Zaki Tinjau Pantai, Sampah dan Limbah Berserakan

Zaki Tinjau Pantai, Sampah dan Limbah Berserakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Tinjau Pantai, Sampah dan Limbah Berserakan, Berita578

Zaki Tinjau Pantai, Sampah dan Limbah Berserakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Tinjau Pantai, Sampah dan Limbah Berserakan, 578, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Tinjau Pantai, Sampah dan Limbah Berserakan

Bupati Tangerang Ahmed  Zaki Iskandar.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

TANGERANG TRUSTKOTA – Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar meninjau langsung sisi pantai di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang, Kamis (25/09/2014). Orang nomor satu di Kabupaten Tangerang ini, ingin mengetahui secara real kondisi pantai.

“Coba lihat ini kondisi yang ada di pesisir wilayah pantai kita lumpur, sampah dan limbah dimana-mana, kata Zaki saat melakukan peninjauan langsung, bersama wartawan.

Menurut Zaki Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa berbuat banyak karena pantai sungai bukan merupakan aset Pemkab, tapi aset pusat.

Lanjut Zaki, penataan pantai, terutama sampah, dan jalur-jalur baru diwilayah pantura ini bisa sebagai salah satu opsi dalam mengatasi kemacetan di wilayah dadap dan kosambi, teluknaga.

Bupati bersama rekan-rekan media meninjau langsung kondisi yang ada menggunakan perahu boat. Dalam tinjauannya Zaki menjelaskan reklamasi akan dilakukan oleh pihak swasta, kami Pemerintah Kabupaten hanya mengajukan perijinan yang akan kita ajukan ke Kementrian Kelautan.

“Kita berharap dengan adanya reklamasi, penataan akan lebih baik. Ada hampir 3800 bagan yang berdiri, yang kita belum tahu pemanfaatannya seperti apa. Kita lihatbanyak bagan-bagan yang tidak jelas atau sudah banyak yg rusak,” harap Zaki.¬†

Masih kata Zaki, kerjasama investasi ini akan dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Tangerang  dengan pihak swasta, untuk reklamasi ini, diharapkan bisa berjalan dengan lancar.

“Nantinya potensi tambak-tambak yang tersisa kita harus membangun. Pesan saya masalah sampah sudah menjadi problem terbesar, menata dan meminimalisir sampah itu tugas kita bersama,” terangnya.

Tangerang Internasional City ini untuk masalah ijin sudah berada di kementrian kelautan, kita doakan saja semoga ijin ini cepat selesai dikeluarkan.

Reklamasi masih menunggu perijinan menteri kelautan, rencana ada 7 pulau yang luasannya sekitar 9000hektar  reklamasi, akses antar pulau ada jembatan, tutupnya. (Rls).