Zaki Panen Kol dan Oyong bersama Petani di Keronjo

Zaki Panen Kol dan Oyong bersama Petani di Keronjo, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Panen Kol dan Oyong bersama Petani di Keronjo, Berita284

Bupati Zaki saat memanen Oyong dan Kol bersama petani di Kecamatan Keronjo.
Bupati Zaki saat memanen Oyong dan Kol bersama petani di Kecamatan Keronjo.

TRUST KERONJO - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar petani di kampung blukbuk luwung RT. 03/04, Desa Blukbuk Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang. Kamis, (13/02).

Menurut Bupati, di kampung belukbuk telah dibangun jalan lintas desa melalui TMMD untuk menunjang aksebilitas masyarakat, dan untuk mendukung perairan diwilayah kronjo dibangun pula tandon air untuk mendukung pertanian diwilayah kronjo didesa blukbuk.

” Perekonomian mulai menggeliat, mulai dari akses jalan, pertanian disini pun kita dukung dengan tandon air yang telah dibangun oleh pemkab tangerang,” papar Zaki.

Kata Zaki, Wilayah kronjo dan sekitarnya jika musim kering sulit mendapatkan air karna dataran rendah. Begitupun untuk persawahannya yang mengandalkan air hujan karena merupakan sawah tadah.

“Sekarang musih hujan dan dimulai musim tanam hasil pertanian sekarang terbukti kita memanen sayuran kol dan oyong hasil petanian masyarakat. Saya berharap, sektor pertanian holtikultura terus digalakan untuk wilayah kronjo yang telah terbukti seperti kol, cabe dan oyong bisa dipanen lebih cepat,” ungkap Zaki.

Sementara itu, Presiden Koperasi Syariah (BMI) Kamarudin Batubara yang mendampingi bupati mengatakan, hari in para petani kol dan oyong di wayah ini, merupakan petani binaan koperasi BMI.

“Jumlah petani disini ada11 petani , 8 orang petani pembiayan 3 orang petani mandiri. Hasil panen ini lumayan sampai 1 ton perkomoditasnya,” katanya.

Data di BMI, untuk komoditas kol dataran rendah pertanian holtikultira binaan BMI di wilayah Kecamatan Kronjo seluas 4.000 meter persegi, komoditas Oyong 6.000 meter persegi, komoditas Timun 6.000 meter persegi. Sedangkan komoditas Cabai 7.000 meter persegi.

Sementara itu, Kariri (50) petani Oyong yang menggarap sekitar 2000 meter persegi lahan sawahnya menjadi lahan oyong dapat menghidupi keluarganya cukup tersenyum dengan panen oyong saat ini, oyong ditanam sekitas satu bulan lima hari sudah dipanen.

” Panen sekarang lumayan, satu kali memetik dalam sehari bisa sampai 4 kwintal. Sudah delapan hari hampir satu ton,” ucap Kariri yang saat ini sudah memiliki dua cucu.

Menurut Kariri, ia sudah 20 tahun bertani sebelumnya menanam padi di kampung blukbuk luwung RT.03 RW 04 desa blukbuk. Tetapi, katanya, selalu merugi. Padai yang dia tanam mengalami puso.

Dari padi kemudian ia menanam cabai, dengan modal Rp 6 juta dan menggarap lahan sekitar 1500 meter persegi. Akan tetapi ia tetap merugi.

” Gagal panen sudah saya alami, dari cabai padi. Sekarang menanam oyong alhamdulilah,” tutur Kariri.

Saat ini Kariri menanam oyong sekitas 2000 meter persegi dengan modal Rp. 14 juta. Dengan komoditas ini, ia bisa memanen setiap hari dengan hasil uang Rp 1.600.000, per sekali panen.

“Sekali memetik kariri bisa mendapatkan Oyong dari 300 hingga 400 kilogram. Panen kali ini sudah kali hampir 1,5 ton. Penjualan Oyong sendiri Rp.4000 hingga Rp. 4500 per Kilogramnya. Saya kembali semangat betani. Masa panen Oyong cepat dan mudah menanamnya,” ungkap Kariri. (skj/edt)