Zaki Hadiri Festival Antikorupsi 2014

Zaki Hadiri Festival Antikorupsi 2014, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Hadiri Festival Antikorupsi 2014, Berita917

Zaki Hadiri Festival Antikorupsi 2014, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Hadiri Festival Antikorupsi 2014, 917, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki Hadiri Festival Antikorupsi 2014

_DSC6970

YOGYAKARTA TRUSTKOTA - Komisi Pemberantasan Korupsi “KPK” menggelar peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia 2014 yang jatuh setiap tanggal 9 Desember, dalam rangkaian kegiatannya KPK menggelar Festival Antikorupsi sebagai bentuk aksi kolaborasi yang diharapkan menjadi sebuah gerakan sosial untuk membangun kesadaran dan pemahaman budaya antikorupsi dengan menjadikan masyarakat sebagai sasaran utama sekaligus sebagai pelaku atau penggeraknya, (10/12/2014) Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta.

Wakil ketua KPK Adnan Pandu Mengatakan cara pendekatan sistem dalam suatu topik dikementrian atau lembaga, KPK melakukan supervisi kepada instansi-instansi pemerintah untuk pencegahan korupsi.

Upaya potensi penyelamatan kerugian negara yang dilakukan KPK sudah sebanyak 269,8 triliun rupiah selama 2008-2013, ungkap beliau.

Adnan Pandu menjelaskan lebih dalam korupsi merupakan sebuah permasalahan besar yang dihadapi bangsa Indonesia dan sudah menjadi kebiasaan karena kita seakan sudah maklum dan permisif. Dengan demikian, pemberantasan korupsi di Indonesia sudah harus bergerak ke arah yang lebih menyentuh persoalan akar korupsi, tegasnya.

Masih beliau akar penyebab korupsi adalah sistem yang buruk dan karakter individu yang cenderung korup.

“Walaupun banyak yang tahu dan paham tentang korupsi, namun tidak semua orang peduli dengan isu korupsi jika tidak bersinggungan langsung dengan dirinya dalam kehidupan sehari-hari”, ujar Wakil Ketua KPK.

Tindak pidana korupsi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun, baik dari jumlah kasus yang terjadi dan jumlah kerugian keuangan negara maupun dari segi kualitas tindak pidana yang semakin sistematis.

Berdasarkan data transparency international, tren pemberantasan korupsi di Indonesia dari tahun ke tahun mengarah pada perbaikan, baik dari peringkat maupun skor, meskipun masih jauh dari angka ideal, jelas Adnan.

Adnan Pandu, Pemerintah telah mendorong para pemangku kepentingan untuk membangun gerakan antikorupsi dengan menelurkan aksi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Apa yang dilakukan oleh pemangku seyogyanya didukung dan diekspresikan semua pihak sebagai salah satu upaya mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi”, tutup nya.

Bupati Tangerang disela-sela acara mengatakan ada beberapa materi yang disampaikan terkait seminar tadi seperti penegasan reformasi birokrasi, pelayanan masyarakat yang bebas dari korupsi kolusi nepotisme.

Percepatan pembangunan di berbagai sektor pun zaki ungkapkan untuk pembangunan Kabupaten Tangerang yang semuanya untuk kesejahteraan dan kenyamanan warga Kabupaten Tangerang.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai kita fokuskan untuk pembangunan di Kabupaten Tangerang, baru selebihnya kita pergunakan APBD, jelas Pak Bupati.

Kaitan dengan pencegahan korupsi, salah satunya Zaki akan menerapkan E-Goverment diseluruh SKPD, Kecamatan, Kelurahan, Kantor Desa, bahkan sampai ke Sokolah-sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang.

Pelaksanaan penggunaan E-Goverment membuat menjadi lebih transparan, terbuka, harap beliau.

“Desember 2015 seluruh SKPD harus sudah E-Govement dan 2016 sampai dengan 2017, seluruh Kantor Desa dan Sekolah-sekolah menyusul”, Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar.

“Pencegahan Korupsi adalah yang paling penting supaya memperkecil celah-celah orang berbuat korupsi”, tutup Zaki. (Rls/Bil).