Zaki : Banjir di Jabodetabek Ada Keterkaitan dan Perlu Penanganan Terpadu

Zaki : Banjir di Jabodetabek Ada Keterkaitan dan Perlu Penanganan Terpadu, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Zaki : Banjir di Jabodetabek Ada Keterkaitan dan Perlu Penanganan Terpadu, Berita620

Bupati Zaki saat meninjau banjir beberapa waktu lalu.
Bupati Zaki saat meninjau banjir beberapa waktu lalu.

TRUST TANGERANG – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, bencana banjir yang terjadi saat ini di wilayah Jabodetabek ada keterkaitan sangat erat. Untuk itu kata Zaki, perlu dilakukan koordinasi dan penanganan secara terpadu.

“Bencana banjir di wilayah Jabodetabek perlu penanganan secara terpadu dan adanya koordinasi dalam dalam setiap proses perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang,” kata Zaki, Rabu (08/01/2019).

Menurut Zaki, kedepan ini, perlu ada pembahasan bersama pemerintah pusat dan pemerintah sejabodetabek untuk penanggulangan atau antisipasi banjir kedepanya dan ada solusi bagi semua daerah yang terdampak bencana banjir ini.

Curah hujan yang tinggi dan kiriman air dari hulu, tambah Zaki, merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Tangerang dan daerah lain yang terkena dampak.

“Selain itu faktor penyebab banjir ini, berkurangnya daerah resapan air, degradasi lingkungan, penyempitan serta pendangkalan Sungai akibat sedimentasi lumpur dan sampah dan lagi belum tertatanya irigasi atau normalisasi sungai,” terang Zaki.

Luapan Lima Sungai Yang Melintas 

Bupati Zaki saat meninjau banjir beberapa waktu lalu.

Potensi wilayah Kabupaten Tangerang yang terkena banjir yang diakibatkan luapan lim sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Tangerang.

Sungai yang meluap dan membajiri warga Kabupaten Tangerang yakni Sungai Cisadane dan mengenangi lima kecamatan seperti, Kecamatan Curug , Legok, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga

Kemudian Sungai Cirarab menggenangi warga di empat kecamatan seperti Kecamatan Legok, Curug, Cikupa dan Pasar Kemis.

Ketiga sungai menggenangi sembilan kecamatan diantaranya Kecamatan Legok, Tigaraksa, Cikupa, Balaraja, Sukadiri, Jambe, Rajeg, Pagedangan dan Kronjo.

Keempat Sungai Cidurian menggenangi empat kecamatan diantaranya Cisoka, Jayanti, Kresek, Kronjo dan kelima sungai Kalisabi Menggenangi satu kecamatan yakni Kecamatan Kelapa Dua.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan, Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, terjadi akibat hujan yang tidak kunjung berhenti sejak 31 Desember 2019 kemarin hingga awal Tahun 2020, Sehingga sejumlah sungai meluap dan berdampak banjir di sebagian wilayah Kabupaten Tangerang.

“Pada saat kejadian banjir, Tim dari Pemkab Tangerang seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta OPD lainnya dan Kecamatan) langsung sigap merespon cepat untuk menangani musibah banjir tersebut, dan segera melakukan reaksi cepat tanggap sesuai prosedur,” Kata Bambang

Bambang menambahkan, banjir yang terjadi di Kabupaten Tangerang hanya 12 persen dari total keseluruhan wilayah Kabupaten Tangerang. Wilayah tekena banjir Kecamatan Teluknaga, Kelapa Dua, Kresek, Sepatan Timur, Solear, Pakuhaji, Curug, Pagedangan, Cisoka, Pasar Kemis, Jayanti, Tigaraksa, Jambe, dan Legok.

“Sekitar 5,6 Persen penduduk yang terdampak. Dampak dari banjir ini, menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian dan tambak, pemukiman nelayan, pemukiman penduduk, industri dan pergudangan, fasilitas umum seperti sekolah, jalan, dan fasilitas umum lain nya serta kesehatan masyarakat,” tambah Bambang. (red/dik)