Wujudkan Tangerang Gemilang, Zaki Perketat Pengawasan Anggaran

Wujudkan Tangerang Gemilang, Zaki Perketat Pengawasan Anggaran, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Wujudkan Tangerang Gemilang, Zaki Perketat Pengawasan Anggaran, Berita492

Wujudkan Tangerang Gemilang, Zaki Perketat Pengawasan Anggaran, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Wujudkan Tangerang Gemilang, Zaki Perketat Pengawasan Anggaran, 492, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Wujudkan Tangerang Gemilang, Zaki Perketat Pengawasan Anggaran

Gedung Pemkab Tangerang.
Gedung Pemkab Tangerang.

TANGERANG TRUSTKOTA-Untuk terwujudkan ‘Tangerang Gemilang’ berbagai program dan langkah dilakukan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Selain meluncurkan program yang bisa langsung dirasakan masyarakat dalam 25 Program Unggulan, Zaki juga berusaha mewujudkan pemerintahan yang bersih (Good Government).

“Ya, pak bupati ingin benar-benar menciptakan pemerintahan yang bersih untuk mewujudkan Tangerang Gemilang. Pengawasan dalam penggunaan dan perencanaan anggaran kita perketat saat perencanaaan anggaran APBD. Inspektorat kini terlibat langsung di tim pembahasaan anggaran APBD,” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi, kepada wartawan di Golf Moderland, Kota Tangerang, Kamis (02/10/2014).

Menurut Dedi, bupati telah memberikan tupoksi yang tak terbatas kepada Inspektorat dalam melakukan pengawasan anggaran guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya penyimpangan, pemborosan dan kerugian negara di setiap SKPD Pemkab Tangerang.

“Inspektorat akan melakukan pengawasan dan audit dalam setiap perencanaan anggaran. Ya baru sekarang Inspektorat terlibat langsung dengan tim perencanaan anggaran,” terang Dedi.

Lanjut Dedi, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan dan pemborosan anggaran dan kerugian negara yang diakibatkan dari sistem pemerintahan maupun dari luar.

“Pernah terjadi dulu, ada salah satu SKPD membuat perencanaan anggaran untuk kegiatan kali bersih. Anehnya, dalam kegiatan tersebut dicantumkan pengadaan AC yang jelas tidak ada korelasinya dengan kegiatan yang semestinya. Ini salah satu contoh, dengan Inspektorat terlibat langsung kita dapat mengkoreksi setiap perencanaan anggaran yang dibuat para SKPD,” terangnya.

Masih kata Dedi, sang Bupati, juga telah memberikan intruksi kepada seluruh SKPD agar pelaksanaan setiap kegiatan berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP).

Dedi juga mengaku telah memberikan edaran kepada seluruh pelaksana kegiatan di Pemkab Tangerang, agar SOP benar-benar menjadi dasar dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

“Jika SOP ini benar-benar dijadikan acuan dasar dalam pelaksanaan kegiatan, dapat menghilangkan adanya permainan-permainan yang dapat menimbulkan persoalan anggaran. Ada tiga hal yang akan kita tekankan dalam penerapan SOP di setiap SKPD. Satu, SOP itu apa benar sudah dibuat, kedua benar dijadikan acuan tidak SOP itu dan ketiga sesuai tidak pelaksanaannya dengan SOP,” jelas Dedi.

Dedi juga berharap, setiap SKPD memahami arahan bupati mengenai Sistem Pengendalian Internal. Sistem ini wajib dijalankan setiap SKPD.

“Sistem ini maksudnya, untuk mengantisipasi adanya persoalan dalam pelaksanaan kegiatan akibat sistem ataupun dari luar. Saya kira arahan pak bupati sudah jelas tinggal kita menjalankan,” ungkap Dedi.

Ditempat terpisah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membenarkan bahwa dirinya tengah memacu kinerja Inspektorat selaku pengawas anggaran di lingkungan Pemkab Tangerang.

“Ya memang sekarang Inspektorat diikutsertakan. Sekarang sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA PPAS)dan perencanaan APBD 2015 semua ikut bahas,” kata Zaki.

Selama kepemimpinan Zaki, pengelolaan dan penggunaan keuangan Pemkab Tangerang sudah sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan peraihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemkab Tangerang enam kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bupati yang baru menjabat kurang lebih dua tahun ini, kini tengah gencar menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dengan turun ke setiap desa melalui program Saba Desa. (Dik)