Wow! Human Trafficking di Banten Tinggi

Wow! Human Trafficking di Banten Tinggi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Wow! Human Trafficking di Banten Tinggi, Berita976

Wow! Human Trafficking di Banten Tinggi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Wow! Human Trafficking di Banten Tinggi, 976, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Wow! Human Trafficking di Banten Tinggi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise didampingi Ketua Komisi VIII DPR M Ali Taher dan Anggota DPRD Kab.  Tangerang Sri Panggung Lestari/trustkota
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise didampingi Ketua Komisi VIII DPR M Ali Taher dan Anggota DPRD Kab. Tangerang Sri Panggung Lestari/trustkota

TRUSTKOTA TANGERANG- Korban Human Trafficking (Perdagangan Manusia) di Banten tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat mengunjungi pabrik alas kaki yang didominasi Pekerja perempuan di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (27/11/2018).

“Trafficking tinggi di Banten bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah,” papar Yohana didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI M Ali Taher dan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Sri Panggung di PT Boosan Sarang.

Papar Yohana, banyak pekerja perempuan asal Provinsi Banten yang menjadi korban trafficking di luar negeri. “Seperti beberapa waktu lalu kami temui TKI di luar negeri. Saat kami tanya berasal dari Banten, ” katanya.

Menteri perempuan pertama asal Papua ini menjelaskan, salah satu pemicu trafficking lantaran bekerja ke luar tanpa melalui proses yang benar. Sehingga menjadi korban seperti dipekerjakan secara tidak baik.

“Semoga di PT Boosan Sarang ini mempekerjakan perempuan dengan baik. Gaji yang sama dengan laki-laki dan diberi hak cuti kehamilan sesuai undang-undang ketenagakerjaan, ” katanya.

Lanjut Yohana, jumlah perempuan di Indonesia saat ini sebanyak 156 juta dan anak berjumlah 87 juta jiwa.

“Kami bertekad untuk menurunkan angka kekerasan perempuan dan anak. Akhiri perdagangan manusia dan akhiri diskriminasi terhadap perempuan.  Dan mari sama-sama memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, ” tuntasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina mengatakan belum mengetahui data trafficking tersebut.

“Laporan itu kami belum terima. Tapi kami selalu mengantisipasi dan mencari solusi, ” katanya.

Ia mengaku, pihaknya rutin memberikan pelatihan terhadap perempuan. “Jika ada permasalahan disosialisasikan sama BNP2TKI,” pungkasnya. (joe)