WH Ingatkan Ucapannya Ahok Soal Kedzoliman dan Hati Nurani

WH Ingatkan Ucapannya Ahok Soal Kedzoliman dan Hati Nurani, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, WH Ingatkan Ucapannya Ahok Soal Kedzoliman dan Hati Nurani, Berita416

WH Ingatkan Ucapannya Ahok Soal Kedzoliman dan Hati Nurani, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, WH Ingatkan Ucapannya Ahok Soal Kedzoliman dan Hati Nurani, 416, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, WH Ingatkan Ucapannya Ahok Soal Kedzoliman dan Hati Nurani

Wahidin Halim, Wakil Ketua Komisi II DPR RI.
Wahidin Halim, Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

JAKARTA TRUSTKOTA – Mulutmu Harimaumu, pepatah yang nampaknya pas untuk diberikan kepada Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Gubernur DKI, setelah Komsi II DPR RI angkat bicara mengenai penggusura Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, beberapa hari ini.

Menurut Wahidin Halim (WH), Wakil Ketua Komisi II DPR RI, beberapa tahun lalu saat Ahok menjadi anggota komisi II DPR RI dirinya begitu mengecam apa yang dilakukan oleh Wahidin Halim ketika menjabat sebagai Walikota Tangerang saat menata dan menertibkan bentaran sungai Cisadane untuk dijadikan jalan inpeksi.

“Ahok tentu ingat, saat saya menjadi Walikota Tangerang dan dia menjadi anggota DPR RI di Komisi II dirinya pernah menuding dan memaki maki saya sebagai pemimpin yang dzolim dan tidak punya hati nurani, hanya karena Pemkot Tangerang melakukan penataan dan penertiban bantaran Sungai Cisadane untuk Jalan Inpeksi,” ujar Wahidin yang menjadi Walikota Tangerang periode 2003-2008 dan 2008-2013, Jumat (21/08/2015).

Bahkan saat rapat dengan Komisi II saat itu, tutur WH, Ahok juga menyebut bahwa di mana-mana Kepala Daerah Korupsi dan selalu menyakiti hati rakyat. Saat itu, Ahok tidak sadar bahwa dia juga pernah menjadi Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung (Babel) walau tidak sampai 2 tahun.

Sekarang, kata Wahidin, Ahok merasakan benar bagaimana menjadi Kepala Daerah, Gubernur DKI Jakarta yang baru saja mengeluarkan kebijakan penggusuran rumah warga di kawasan  Kampung Pulo.  Ahok juga merasakan bagaimana mengeksekusi kebijakan yang berhadapan dengan kepentingan warga tanpa harus menyakiti hati nurani rakyat.

“Hari ini, saya dan kita semua masyarakat merasa prihatin dan menyayangkan  apa yang terjadi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, serta mengecam tindakan aparat hukum dan aparat Pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin Ahok,” tandas Wahidin.

Wahidin mengatakan, walaupun, saat saya jadi Kepala Daerah dan Ahok sebagai anggota Komisi II DPR RI pernah memaki maki dan menuding saya tidak punya hati nurani. Sekarang, Ahok sebagai Kepala Daerah dan saya sebagai pimpinan di Komisi II DPR RI.

“Tapi, saya tidak akan memaki-maki Ahok, justru saya berdoa semoga Ahok sadar bahwa mengurus kota dan menangani urusan rakyat itu tidak gampang,” ujar Wahidin.

Seperti kita ketahui, penertiban rumah warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, berlangsung bentrokan hebat antara warga dan petugas yang mendapatkan perintah penggusuran dari sang gubernur.

Tak sedikit warga dan petugas yang terluka. Namun hal tersebut tak membuat Ahok mengurungkan niatnya, dengan bantuan petugas kepolisian dan TNI penggusuran tetap dilakukan pihaknya.

Di Kampung Pulo  ada 927 kepala keluarga   yang   ditertibkan sejak Kami  sampai Jumat (20-21/8/2015).

Dimana, kawasan tersebut bakal terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang meneruskan jabatan Joko Widodo yang menjadi Presiden RI ke 7. (mus/dik)