Warga Keluhkan Adanya Usaha Pemotongan Ayam Ditengah Lingkungan

Warga Keluhkan Adanya Usaha Pemotongan Ayam Ditengah Lingkungan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Keluhkan Adanya Usaha Pemotongan Ayam Ditengah Lingkungan, Berita455

Warga Keluhkan Adanya Usaha Pemotongan Ayam Ditengah Lingkungan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Keluhkan Adanya Usaha Pemotongan Ayam Ditengah Lingkungan, 455, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Keluhkan Adanya Usaha Pemotongan Ayam Ditengah Lingkungan

Puluhan Ayam milik Mulyana yang berada di lokasi usaha pemotongan ayam
Puluhan Ayam milik Mulyana yang berada di lokasi usaha pemotongan ayam

LEBAK,TRUSTKOTA- Sejumlah warga desa Cibadak, Kecamatan Cibadak mengeluhkan adanya usaha peternakan dan pemotongan ayam dilingkungannya, pasalnya lokasi usaha tersebut berada ditengah lingkungan warga serta menimbulkan dampak yang negative.

“Usaha peternakan dan pemotongan ayam tersebut berada ditengah lingkungan warga, tidak ada jarak sama sekali, jelas itu menimbulkan aroma yang tidak sedap dan menimbulkan lalat hijau yang berdampak untuk warga sekitar, ditambah saat ini sudah mulai muncul lagi usaha seperti itu yang baru,” papar Sumanta (54) tokoh masyarakat Kampung Rancageroh, dikediamannya , Selasa (08/09/2015).

Sumanta menilai, apakah layak ada usaha peternakan dan pemotongan ayam yang menimbulkan bau tidak sedap berada ditengah lingkungan warga yang padat.

“Jika usaha itu berlangsung satu bulan, mungkin tidak masalahan , akan tetapi ini sudah berjalan hampir 2 tahun dan warga sekitar sudah banyak mengeluhkan dengan adanya bau tidak sedap dan menimbulkan lalat hijau, kami sendiri sempat musyawarah dengan pemilik usaha bahkan menandatangani berita acara akan tetapi tidak digubris sama sekali, dan sebenarnya jika perlu dijelaskan, memang benar pembuangannya menggunakan pipa yang menjurus hingga ke sawah bukan sungai ciujung, jelas akan menimbulkan bau tidak sedap dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menimbulkan bibit penyakit,” paparnya.

Sementara, Mulyana pemilik usaha tersebut ketika hendak dikonfirmasi dirinya sedang sakit.

“Mulyananya sedang sakit, dan tidak bisa diganggu,”ujar Sarnata warga setempat sekaligus pemilik lahan usaha tersebut.

Sarnata menjelaskan, usaha tersebut memang milik Mulyana, namun usaha tersebut berdiri dilahan milik dirinya.

” Mulyana menyewa lahan kepada saya untuk mendirikan usaha tersebut, setau saya sudah mengantongi ijin lingkungan dan itu hanya sebatas pemotongan bukan peternakan,”kilahnya.

Ditempat terpisah, Santika Sekertaris desa Cibadak membenarkan adanya pengajuan ijin lingkungan untuk usaha tersebut.

“Benar adanya pengajuan ijin tersebut, namun saya meminta bukti persetujuan warga dari 4 kampung , dan pemilik usaha bisa menunjukan itu, jadi desa bisa mensetujui namun untuk ijin ke pemerintah daerah saya belum mengetahui sudah ada ijin atau belum, dan untuk usaha yang satu lagi sama saja baru ijin lingkungan warga saja,” pungkasnya. (Riz)