Warga Balaraja Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Kementrian PU

Warga Balaraja Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Kementrian PU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Balaraja Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Kementrian PU, Berita492

Warga Balaraja Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Kementrian PU, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Balaraja Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Kementrian PU, 492, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Balaraja Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Kementrian PU

Balaraja-20141023-00767

BALARAJA TRUSTKOTA – Warga Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang mengeluhkan tumpukan tanah bekas galian saluran air yang dibiarkan mangkrak menumpuk di pinggir Jalan Raya Serang, Balaraja.

Selain menimbulkan kemacetan lalu lintas, akibat tumpukan tanah bekas proyek galian Kemntrian PU tersebut membuat pejalan kaki kesulitan untuk melintas di jalan itu.

“Proyek galian ini sudah sekitar tiga bulan dibiarkan terbengkalai. Tumpukan tanah ini sangat mengganggu pengendara dan aktivitas warga setempat,” kata Nawawi (37) Ketua Karang Taruna Desa Sentul, Kamis (23/10/2014).

Menurutnya, selain mengganggu aktivitas warga dan mengakibatkan kemacetan parah, mangkraknya pengerjaan proyek galian saluran air yang menyisakan tumpukan tanah di sejumlah jalan, juga kerap menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Tumpukan tanah ini memakan sebagian bahu jalan. Beberapa hari yang lalu juga ada pengendara yang meninggal dunia akibat menabrak tumpukan tanah ini,” jelasnya.

Sugeng (30) warga lainya mengaku sangat kesal dengan pengerjaan proyek galian saluran air karena tak kunjung diselesaikan dan malah dibiarkan terbengkalai.

Menurutnya, akibat terhalang gundukan tanah bekas galian saluran air tersebut, warung tempat berjualan nasi pecel lele miliknya  menjadi sepi pembeli.

“Sejak sebulan terahir ini penjualan nasi pecel lele saya menurun drastis,” kata Sugeng.

Warga berharap agar proyek pengerjaan galian saluran air dari Kementrian PU itu segera diselesaikan, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas di jalan tersebut.

Sementara, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Balaraja, Sumartono mengakui bahwa pihaknya kerap mendapatkan aduan warga yang mengeluhkan tumpukan tanah bekas galian saluran air di Jalan Raya Serang, Balaraja.

“Kami sangat menyayangkan kenapa proyek galian ini dibiarkan terbengkalai begitu saja. Tentunya kondisi seperti ini mengaggu lalu lintas dan aktivitas warga” ujarnya.

Agar tumpukan tanah itu tidak menganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas, kata Sumartono, pihak Kecamatan sudah berusaha melakukan koordinasi dengan para pihak terkait yang mengerjakan proyek galian tersebut, untuk membersihkan gundukan tanah yang menumpuk di sejumlah bahu jalan.

“Namun, para pihak terkait yang mengerjakan proyek galian ini sulit diajak koordinasi. Bahkan saat ini kita los komunikasi dengan mereka. Karena kondisinya meresahkan, hari ini pihak Kecamatan dan warga berinisiatif untuk mengangkut tumpukan tanah ini,” paparnya.(Cun/Dik)