Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix

Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix, Berita396

Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix, 396, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Warga Aweh Minta Jalan Dihotmix

Jalan Leuwidamar (Aweh)kondisinya berdebu dan banyak kerikil sangat membahaykan pengguna jalan dan warga setempat.
Jalan Leuwidamar (Aweh)kondisinya berdebu dan banyak kerikil sangat membahaykan pengguna jalan dan warga setempat.

LEBAK TRUSTKOTA – Perbaikan Jalan Sultan Maulana Hasanudin (Aweh-Mandala) atau pun Jalan raya Leuwidamar,Warga Kalanganyar, Kabupaten Lebak, dikeluhkan warga. Pasalnya, pengerjaan dilakukan terkesan asal-asalan dan kualitasnya tak sesuai yang diharapkan.

Kondisi pemeliharan yang buruk dapat di lihat di jalan, tepatnya antara kampung Aweh dengan kampung Pariuk, Desa Sukamekarsasi, Kecamatan Kalanganyar.

Kondisinya hanya di lapisi dengan batu kerikil, sehingga batu-batu tersebut berserakan dan dapat membahayakan pengguna jalan. Selain itu, jika musim kemarau kondisinya menjadi berdebu dan sangat membahayakan bagi kesehatan warga .

Kami merasa heran, kenapa jalan yang jaraknya haya 1 km saja ke pusat Pemerintah Kabupaten Lebak, kok pemeliharaanya seperti itu sih ,” kata Ade warga Kalanganyar, Minggu (3/8)

Ade yang juga merupakan  Ketua Kordinator Kota Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel), meminta pada pemerintah agar segera di hotmix. Kondisi jalan saat ini, membuat  masyarakat menjadi resah karena para pengguna jalan terancam bahaya dan jalan menimbulkan debu yang dapat menggangu kesehatan masyarakat.

” Soalnya  lama-lama bisa warga banyak yang menderita penyakit ispa loh. Pemerintah dalam hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak, harus bertanggung jawab memperbaiki jalan tersebut,” katanya.

Sementara itu, warga setempat Ahyadi (35), meminta pihak Dinas Bina Marga tidak menutup mata dan memperhatikan dampak negatif kondisi jalan tersebut.

“Sudah satu bulan lamanya warga kami dibiarkan mengisap debu akibat pemeliharaan jalan yang asal-asalan. Lihat pepohonan dan rumah warga diselimuti dengan debu, ” katanya. (Yrs)