Waketum PPP : Terjadi Kebohongan Publik Pada Muktamar PPP

Waketum PPP : Terjadi Kebohongan Publik Pada Muktamar PPP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Waketum PPP : Terjadi Kebohongan Publik Pada Muktamar PPP, Berita898

Waketum PPP : Terjadi Kebohongan Publik Pada Muktamar PPP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Waketum PPP : Terjadi Kebohongan Publik Pada Muktamar PPP, 898, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Waketum PPP : Terjadi Kebohongan Publik Pada Muktamar PPP

Mardiono Ketua DPW PPP Banten.
Mardiono Ketua DPW PPP Banten.

SERANG TRUSTKOTA – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Muhamad Mardiono menyatakan, Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan yang digelar kubu Suryadharma Ali (SDA) patut dipertanyakan.

Mardiono mengatakan, telah terjadi kebohongan publik oleh SDA Cs di dalam forum Muktamar Jakarta tersebut.

“SDA dan kawan-kawan harus mempertanggungjawabkan secara hukum terkait pelaksanaan kegiatan yang dinamakan Muktamar VIII PPP di Jakarta. Kami melihat terjadi kebohongan publik dalam Muktamar tersebut,” kata Mardiono, di Kota Serang, Senin (3/11).

Mardiono yang merupakan Koordinator Wilayah Partai Persatuan Pembangunan se-Indonesia itu mengungkapkan, kebohongan publik yang dilakukan oleh SDA Cs, adalah dengan mengklaim Muktamar VIII yang diselenggarakan oleh kubu SDA, dihadiri oleh 28 Ketua DPW dan DPC-DPC.

“Sebagai Koordinator Wilayah DPW PPP se-Indonesia, kami sudah memastikan, bahwa 28 yang diklaim SDA hadir dalam Muktamar Jakarta itu tidak benar. Data yang kami dapat, hanya ada 4 DPW yang hadir dalam Muktamar di Jakarta, sisanya yang hadir bukan Ketua dan Sekretaris yang sah. Jadi SDA dan rekan-rekannya telah melakukan kebohongan publik, dan itu harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Mardiono, yang merupakan Ketua DPW PPP Banten periode 2011-2016.

Mardiono juga menjelaskan, bahwa dalam Muktamar VIII Jakarta, kubu SDA membuat secara dadakan dokumen persyaratan kepesertaan Muktamar.

“SDA Cs merubah SK Kepengurusan di dalam Muktamar. Yang tadinya Wakil Ketua dibuatkan SK sebagai Ketua. Begitupun yang tadinya Wakil Sekretaris dibuatkan SK menjadi Sekretaris,” ungkap Mardiono.Ia tidak menampik ada beberapa pengurus DPW PPP Banten yang ikut hadir dalam Muktamar PPP yang diselenggarakan kubu SDA di Jakarta.

Namun, Mardiono menegaskan, yang mengklaim dirinya dari DPW PPP Banten, sesungguhnya tidak memiliki mandat resmi.

“Saya pastikan mereka yang datang akan diberi sanksi sesuai amanat Muktamar VIII PPP di Surabaya, dan keputusan Rapimwil DPW PPP Banten,” ujar Mardiono. (RH/Dik)