Waduh! Sistem Feodalisme Masih Bertengker di Banten

Waduh! Sistem Feodalisme Masih Bertengker di Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Waduh! Sistem Feodalisme Masih Bertengker di Banten, Berita463

Waduh! Sistem Feodalisme Masih Bertengker di Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Waduh! Sistem Feodalisme Masih Bertengker di Banten, 463, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Waduh! Sistem Feodalisme Masih Bertengker di Banten

Pimpinan KPK non aktif Bambang Widjojanto (Foto: Dandy Ridhotunasih)
Pimpinan KPK non aktif Bambang Widjojanto (Foto: Dandy Ridhotunasih)

SERANG TRUSKOTA- Sistem feodalisme (paham penjajahan) dan politik dinasti disebut-sebut. Hal itu dibahas pada acara Deklarasi Masyarakat Banten Dukung KPK dan Lawan Balik Korupsi, Sabtu (8/8/2015).

Pimpinan KPK non aktif Bambang Widjojanto menilai, sistem feodalisme masih hidup di Provinsi Banten. “Dengan Adanya sistem politik dinasti di Banten, masyarakat yang notabene merupakan pemilih belum tentu memilih dari nuraninya,” ujar Bambang.

Bambang menganalogikan sistem pemerintahan di Banten dengan sistem upeti. Ia juga melihat karakter pemerintah saat ini di Banten tidak ada perubahan. “Sistem pemerintahannya sudah berubah. Tetapi karakter pemerintahan tidak berubah,” jelasnya.

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Lebak, kata Bambang, banyaknya jumlah jembatan yang anjlok dan runtuh di wilyah Kabupaten Lebak. Hal itu, bukan karena ketidakmampuan Kabupaten Lebak membangun masyarakat. “Saya menduga adanya korupsi disana,” Pungkasnya.

Bambang berharap masyarakat Banten dapat menguatkan peran stategis KPK dan masyarakat untuk melawan korupsi. “Lembaga pemberantasan korupsi akan sangat bagus ketika didukung oleh semua sektor penting,” katanya.

lanjut Bambag, korupsi timbul dari kekuasaan yang absolut. Sedangkan, melawan korupsi merupakan suatu cita rakyat indonesia ditandai dengan adanya melawan penjajahan dan menuju keadilan sosial. (Den)