Tuntut Upah Sektoral, Ribuan Buruh PT Shinta Group Mogok Kerja

Tuntut Upah Sektoral, Ribuan Buruh PT Shinta Group Mogok Kerja, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tuntut Upah Sektoral, Ribuan Buruh PT Shinta Group Mogok Kerja, Berita494

Tuntut Upah Sektoral, Ribuan Buruh PT Shinta Group Mogok Kerja, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tuntut Upah Sektoral, Ribuan Buruh PT Shinta Group Mogok Kerja, 494, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tuntut Upah Sektoral, Ribuan Buruh PT Shinta Group Mogok Kerja

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Ribuan buruh PT Shinta Group yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (29/05/2013), melakukan aksi mogok kerja. Dalam aksi itu ribuan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) itu menuntut upah sektoral yang belum diberlakukan perusahaan.

“Sampai saat ini perusahaan belum memberlakukan upah sektoral yang sudah ditetapkan pemerintah sebesar 10 persen dari Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang 2013, sebesar Rp 2.230.000. Jadi totalnya UMK ditambah upah sektoral sebesar Rp 2.423.000,” kata Emi, koordinator aksi GSBI.

Menurutnya, upah sektoral merupakan hak karyawan yang dinilai berdasarkan klasifikasi unit industri, seperti tingkat resiko bahaya pekerjaan dan tingkat skill pekerja. .

“Dengan klasifikasi tersebut, upah buruh tidak bisa disamaratakan. Kita buruh pabrik tekstil upah sektoralnya masuk kategori dua,” paparnya.

Sementara salah satu karyawan kontrak, Bagus Eko, menuntut agar perusahaan membayar gaji karyawan kontrak sesuai kententuan serta mengangkat mereka menjadi karyawan tetap.

“Di perusahaan ini ada sekitar 400 karyawan kontrak dan gaji karyawan kontrak hanya Rp 1,7 juta, padahal berdasarkan Pasal 59 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, harus dibayar sesuai UMK. Nasib karyawan kontrak juga tidak jelas, kontrak kerja terus disambung tiap enam bulan, tapi tidak pernah diangkat jadi karyawan tetap,” katanya. (ges)