Tuntut PKB, 347 Buruh Pabrik Sabun di PHK Masal

Tuntut PKB, 347 Buruh Pabrik Sabun di PHK Masal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tuntut PKB, 347 Buruh Pabrik Sabun di PHK Masal, Berita215

Tuntut PKB, 347 Buruh Pabrik Sabun di PHK Masal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tuntut PKB, 347 Buruh Pabrik Sabun di PHK Masal, 215, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tuntut PKB, 347 Buruh Pabrik Sabun di PHK Masal

Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

TRUSTKOTACOM – 347 buruh PT.Sinar Antjol yang berlokasi di kawasan Industri Manis, Curug, Kabupaten Tangerang, terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan tersebut.

PHK yang dilakukan perusahaan produksi sabun cuci piring dan detergen ini, setelah buruh terus-terusan meminta perusahaan membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang saling bersinergi antara buruh dengan perusahaan.

Menurut Ketua Puk SPSI Aris Kristianto, perusahaan yang sudah belasan tahun berdiri ini memperkerjakan sekitar 416 buruh. Akan tetapi dalam beberapa minggu terakhir perusahaan secara sepihak melakukan PHK dengan dalih buruh melakukan pengunduran diri sepihak.

“Pada 21 dan 22 November lalu ada 47 buruh yang kebanyakan pengurus serikat di PHK sepihak oleh perusahaan karena dirasa terlalu vokal untuk meminta PKB diurug rembuk bersama dengan buruh,” kata Aris, Jumat (06/12/2013).

Selanjutnya, masih kata Aris,  pada 02 Desember lalu, PHK sepihak gelombang kedua kembali terjadi secara besar-besaran setelah buruh melakukan aksi agar perusahaan kembali mempekerjakan 47 pengurus serikat yang di PHK secara tidak jelas.

“PHK dengan tanggal surat 2 Desember lalu menyatakan ada 301 buruh yang di PHK dengan dalih buruh telah mangkir kerja dan dinyatakan mengundurkan diri secara sepihak,” tandasnya.

Aris menambahkan, bahwa apa yang dilakukan managemen perusahan itu, adalah semena-mena. Terlebih, yang selama ini dituntut buruh adalah hak normatif, dan dalih buruh mangkir kerja tidak benar karena setiap kali akan melakukan aksi selalu melakukan pemberitahuan secara jelas dan bila sedang tidak demo buruh kembali masuk kerja.

“Yang kami minta hanya hak normatif, pembaharuan PKB yang sudah kadaluarsa. Kami berharap PKB ini dibuat bersama antara buruh dengan pengusaha agar hak dan kewajiban jelas dan tidak saling merugikan,” urainya.

Di dalam PKB sendiri, ada beberapa hal yang diminta buruh, seperti cuti haid, perlengakapan P3 K dalam pabrik dan mutasi. “Akan tetapi bukannya PKB disetujui untuk dibicarakan bersama, perusahaan malahan melakukan PHK masal.” tutupnya. (ges)