Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Diamankan Polisi

Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Diamankan Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Diamankan Polisi, Berita250

Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Diamankan Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Diamankan Polisi, 250, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Siswo Yuwono (tengah).
Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Siswo Yuwono (tengah).

TRUSTKOTACOM РPetugas kepolisian Polres Metro Tangerang, berhasil mengamankan tujuh pelaku  kerusuhan dalam Pemilihan Kepala desa (Pilkades) di Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, beberapa hari lalu.

Ketujuh pelaku yang kini mendekam di sel Polres Metro Tangerang itu adalah  AS (44), HM (41), SO (37), JT (61), MMH (58), AG (61). Dari para pelaku polisi mengamankan barang bukti seperti, bambu, batu, pecahan kaca, kotak dan surat suara dirumahnya masing-masing.

“Ya, kami berhasil mengamankan tujuh tersangka pelaku yang terlibat dalam kerusuhan Pilkades di Desa Pondok Jaya, Sepatan, beberapa hari lalu. Tersangka HM, SO, JT, MMH, AG serta MN pelaku pengeroyokan terhadap barang dan pembakaran surat dan kotak suara dapat dijerat pasal 170 KUHP dan pasal 187 KUHP. Sementara tersangka AS, pelaku pengeroyokan dijerat pasal 170 KUHP,” kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Siswo Yuwono, Rabu (03/07/2013).

Menurutnya, modus ketujuh pelaku melakukan aksi itu, lantaran ketidakpuasan atas perhitungan suara dalam Pilkades yang digelar serentak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, pada Minggu (30/06/2013) lalu.

“Kami masih melakukan pendalaman dalam kasus ini, apakah masih ada yang terlibat, ataupun siapa dalangnya. Modus ketujuh tersangka yang diduga dari simpatisan salah satu calon lainnya ini, sementara adalah ketidakpuasan atas perhitungan suara,” paparnya.

Kompol Siswo Yuwono menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum dalam setiap perbedaan pendapat.

“Perbedaan pendapat boleh-boleh saja, tapi seyogyanya jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Karena kami akan melakukan tindakan tegas kepada siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Sementara, tersangka JT mengaku, tindakan tersebut dilakukannya karena merasa kesal dengan hasil perhitungan suara yang dinilai penuh kecurangan. “Saya melakukan hal ini karena banyak kecurangan dalam pilkades itu. Kami spontan bersama-sama ngerusak dan ngebakar kotak suara,” akunya. (ges)