Tower Telkomsel di Bongkar Satpol PP

Tower Telkomsel di Bongkar Satpol PP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tower Telkomsel di Bongkar Satpol PP, Berita403

Tower Telkomsel di Bongkar Satpol PP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tower Telkomsel di Bongkar Satpol PP, 403, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tower Telkomsel di Bongkar Satpol PP

Pembongkaran dan penyegelan satu unit tower Telkomsel di area SMK Negeri 2 Tangerang oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jum'at (05/04/2013).
Pembongkaran dan penyegelan satu unit tower Telkomsel di area SMK Negeri 2 Tangerang oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jum'at (05/04/2013).

TRUSKOTACOM – Satu unit tower atau base transceiver station (BTS) Telkomsel yang berada di area SMK Negeri 2 Tangerang dibongkar paksa oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Jumat (05/04/2013). Pembongkaran itu dilakukan karena masa berlaku sewa tower tersebut telah habis sejak 2010 lalu.

Puluhan Petugas Satpol PP yang terjun ke lokasi langsung mengeksekusi pembongkaran pagar tower dengan mengunakan palu. Selain itu petugas juga mematikan mesin pengoprasianya. Terakhir, papan bertuliskan segel di pasang di kerangka tower.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Irman Pujahendra mengatakan, tower telkomsel setinggi 62 meter ini tidak mengajukan perizinan kepada Pemkot Tangerang, tapi membuat kontrak sewa lahan dengan pihak SMKN 2 Tangerang sejak Agustus 2000-2010.

“Setelah habis kontrak Agustus 2010, Telkomel sempat mengajukan perpanjangan kontrak sampai Agustus 2015. Namun ditolak pihak sekolah karena lahan akan dibangun menjadi ruang kelas,” katanya.

Irman juga menambahkan, Setelah mengetahui adanya pelanggaran tersebut, pihaknya melakukan langkah pemanggilan dan pemberitahuan kepada Telkomsel Tapi karena tidak ditanggapi, akhirnya petugas terpaksa melakukan pembongkaran paksa

“Sebelumnya sudah ada pemanggilan dan pemberitahuan kepada pihak Telkomsel, tapi sampai saat ini belum ada ditanggapi. Akhirnya kami terpaksa melakukan eksekusi pembongkaran,” tambahnya

Pihak Telkomsel dinilai telah melanggar Perda No. 7/2010 tentang pajak daerah, Perda No.6/2011 tentang ketertiban umum dan Perda No.17/2011 tentang retribusi perizinan. (ges)