Tindakan ‘Malas’ Fraksi NasDem Jadi Preseden Buruk Wakil Rakyat

Tindakan ‘Malas’ Fraksi NasDem Jadi Preseden Buruk Wakil Rakyat, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tindakan ‘Malas’ Fraksi NasDem Jadi Preseden Buruk Wakil Rakyat, Berita967

Tindakan ‘Malas’ Fraksi NasDem Jadi Preseden Buruk Wakil Rakyat, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tindakan ‘Malas’ Fraksi NasDem Jadi Preseden Buruk Wakil Rakyat, 967, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tindakan ‘Malas’ Fraksi NasDem Jadi Preseden Buruk Wakil Rakyat

Seluruh anggota Fraksi NasDem tidak hadir di rapat paripurna pada 5 Agustus 2015
Seluruh anggota Fraksi NasDem tidak hadir di rapat paripurna pada 5 Agustus 2015

TANGERANG TRUSTKOTA- Kompaknya Fraksi NasDem bolos di sidang paripurna menjadi preseden buruk wakil rakyat.

“Ketidak hadiran seluruh anggota Fraksi NasDem dalam paripurna, merupakan preseden buruk atas kelakuan buruk yang selalu diulang-ulang wakil rakyat,” ujar Memed Chumaedi, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kepada TrustKota.Com, Kamis (6/8/2015).

Memed menuturkan, prilaku malas anggota DPRD Kabupaten Tangerang acapkali dilakukan seperti kejadian memalukan pada Sidang Paripurna yang mana Fraksi NasDem tidak hadir seluruhnya. Karena, dengan fasilitas yang didapat, tidak ada alasan pembenaran untuk anggota DPRD malas rapat.

“Aksi malas anggota DPRD merupakan prilaku koruptif. Karena telah menyalahgunakan fasilitas yang diberikan oleh negara,” imbuhnya.

Menurut Memed, PP nomor 27 tahun 2007 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD menjelaskan, Anggota DPRD tersebut menerima uang tunjangan dan uang paket, uang paket itu salah satunya adalah pengganti uang lelah mengikuti rapat. “Artinya, sebuah konsekuensi ketika fasilitas sudah didapat tapi masih malas juga,” tandasnya.

Diketahui, seluruh anggota Fraksi NasDem yang kompak bolos paripurna yakni Haeirul Ihwan, Uswatun Hasanah, Mokhamad Nur dan The Peng Liang. Selain Fraksi NasDem, anggota DPRD lainnya juga tidak tampak seperti Imam Turmudzi (F Gerindra), Jayusman (F Gerindra), Rijcki Gilang Sumantri (F Gerindra), Napsin (F Demokrat) Aida Hubaedah (F Demokrat), Juned Sanim (F PKB) dan HM. Supriyadi (F-PDIP).

“Tindakan bolos DPRD Kabupaten Tangerang harus selalu dipantau terus dan diawasi publik. Jangan seenaknya saja dengan fungsi pengawasan, tapi tidak ada yang mengawasi. Justru publik yang harus mengawasi,” pungkas Memed. (joe)