Tetap Gratis, RS Ar Rahmah Gunakan Subsidi Silang dan Jamkesmas

Tetap Gratis, RS Ar Rahmah Gunakan Subsidi Silang dan Jamkesmas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tetap Gratis, RS Ar Rahmah Gunakan Subsidi Silang dan Jamkesmas, Berita763

Tetap Gratis, RS Ar Rahmah Gunakan Subsidi Silang dan Jamkesmas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tetap Gratis, RS Ar Rahmah Gunakan Subsidi Silang dan Jamkesmas, 763, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tetap Gratis, RS Ar Rahmah Gunakan Subsidi Silang dan Jamkesmas

Rumah sakit (RS) Islam Ar Rahmah
Rumah sakit (RS) Islam Ar Rahmah

TRUSTKOTACOM – Pasca, pemutusan kontrak kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, pelayanan pengobatan gratis di Rumah Sakit (RS) Islam Ar Rahman bagi masyarakat miskin tetap terlayani untuk berobat jalan dan rawat inap.

“Layanan terhadap masyarakat miskin tetap berjalan meski Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang¬† menghentikan kerjasama penggunaan kartu multiguna,” kata Direktur RS Ar Rahmah, Dr Andri Ferdian kepada wartawan di RS Ar Rahmah, Jalan KS Tubun, Kota Tangerang, Senin (26/08/2013).

Menurutnya,  sumber anggaran yang mengcover program itu adalah subsidi silang dari Sari Asih Group dan masih bekerja sama dengan program Jaminan Kesahatan Masyarakat (Jamkesmas) pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi meski Jamkesda dan Multiguna di Tangerang dihentikan kerjasamanya, namun Jamkesmas program pemerintah yang bersumber dari APBN tetap bekerjasama,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap membatasi pasiennya dengan ketersedian fasilitas yang ada di RS tersebut. “Ya, sesuai dengan ketersedian ruang inap disini,” pungkasnya.

Sementara, Walikota Tangerang H. Wahidin Halim (WH) mengatakan, penghentian kerjasama terhadap rumah sakit tersebut, karena anggaran yang dimiliki Pemkot sudah habis, dan sampai kini anggaran perubahan belum disahkan oleh dewan.

“Kita belum bayar hutang dengan RS Sari Asih Rp 20 miliar lebih. Kita juga punya hutang ke RSU Kabupaten Rp 20 miliar. Sementara anggaran perubahan sampai saat ini belum diproses dewan. Jadi kita kurangi, kalau tidak akan jadi beban Rp 150 miliar sampai bulan Oktober nanti,” kata WH kepada wartawan.

WH mengaku, untuk kedepannya, kerjasama terhadap seluruh rumah sakit akan ditinjau ulang, mengingat tingginya biaya pengobatan untuk rumah sakit tersebut.

“nantinya akan hadir program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 2014, maka biaya tersebut akan sedikit berkurang. Meski BPJS sudah ada, kita tetap menganggarkan biaya kesehatan bagi warga miskin, karena biasanya pemerintah pusat tidak mengcover seluruh biaya pengobatan,” katanya. (ges/tmn)