Tersangka Dugaan Korupsi Sodetan Cibinuangeun Bertambah

Tersangka Dugaan Korupsi Sodetan Cibinuangeun Bertambah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tersangka Dugaan Korupsi Sodetan Cibinuangeun Bertambah, Berita739

Tersangka Dugaan Korupsi Sodetan Cibinuangeun Bertambah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tersangka Dugaan Korupsi Sodetan Cibinuangeun Bertambah, 739, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tersangka Dugaan Korupsi Sodetan Cibinuangeun Bertambah

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Polda Banten kembali menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana sodetan di Cibinuangeun, tepatnya di Kampung Burunuk, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, senilai Rp 19 Miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Purwo Cahyoko, kepada wartawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Menurut Purwo, dari hasil gelar perkara kasus sodetan di Cibinuangeun, ada penambahan tersangka tiga orang. Ketiga tersangka baru tersebut yaitu Direktur CV. TMJ berinisial LKH (sub kontraktor), M (sub kontraktor), dan MM (konsultan pengawas).

Sebelumnya, Polda Banten menetapkan dua tersangka yaitu DD selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurain (BBWSC3) dan Direktur PT. DAU bernisial YS selaku pemenang lelang.

“Jadi jumlah tersangka sementara ini ada lima orang. Nanti kami jadwalkan untuk pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Purwo seperti yang dilansir poskotanews.com, Sabtu (25/05/2013).

Kombes Purwo mengatakan, dari hasil perkembangan penyidikan diketahui bahwa pemenang lelang yaitu PT DAU tidak mengerjakan pekerjaan. Melainkan mensub-kontrakan kepada CV TMJ milik LKH. “Dari CV TMJ itu kemudian disub-kontrakan lagi kepada orang yang berinisial M. Jadi direktur PTDAU ini hanya tanda tangan kontrak saja dan mendapatkan kompensasi 1,5 persen dari nilai proyek Rp 19 miliar,” kata Purwo.

Kata Purwo, DD selaku PPK juga berperan sebagai pejabat penerima pekerjaan. “Jadi itu pejabat penerima pekerjaan (panitia penerima) DD juga yang mengerjakan, dia yang  melaksanakan sendiri. Secara prosedur lelang saja sudah salah. Saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil cek fisik yang dilakukan ahli dari Universitas Indonesia (UI). Tahap awal setelah hasil laporan cek fisik sudah ada, kami periksa saksi ahli,” tambahnya.

Seperti diketahui, penetapan tersangka DD berdasarkan Surat Perintah (SP). Sidik/10/II/2013/Ditreskrimsus, tertanggal 12 Februari 2013. Sedangkan penetapan tersangka YS berdasarkan SP.Sidik/11/II/2013/Ditreskrimsus, tertanggal 14 Februari 2013.

Proyek pembangunan sarana-prasarana Sodetan Cibinuangeun diduga terjadi penyelewengan. Diduga, anggaran proyek Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian tahun 2011 senilai Rp19 miliar itu diselewengkan miliaran rupiah.

Penyelidikan kasus ini, dimulai sejak Mei 2012. Hingga kini penyidik juga masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (net)