Polres Lebak Selidiki Ruang Kelas SMP2 Yang Ambruk

Polres Lebak Selidiki Ruang Kelas SMP2 Yang Ambruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Lebak Selidiki Ruang Kelas SMP2 Yang Ambruk, Berita277

Polres Lebak Selidiki Ruang Kelas SMP2 Yang Ambruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Lebak Selidiki Ruang Kelas SMP2 Yang Ambruk, 277, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Lebak Selidiki Ruang Kelas SMP2 Yang Ambruk

Bupati ketika meninjau gedung sekolah yang ambruk
Bupati ketika meninjau gedung sekolah yang ambruk

LEBAK,TRUSTKOTA- Polres Lebak masih melakukan penyelidikan, terkait dengan ambruknya SMKN 2 Rangkasbitung. Selain itu, pihak Polres juga telah mengambil sample rangka baja dan menggaris police area lokal sekolah yang ambruk tersebut.

” Untuk sementara kami sudah memeriksa pemborong dan konsultannya untuk dimintai keterangan. Dan kami juga  belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaannya, karena masih dalam proses penyelidikan, ” Ujar Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Solehudin, Selasa (3/2/2015).

Sebelumnya di beritakan, ruang kelas  SMK Negeri 2 Rangkasbitung, sekitar pukul 06,05 , Senin (2/2) ambruk.

Tiga lokal gedung SMKN 2 Rangkasbitung yang ambruk tersebut baru dua bulan selesai dibangun oleh CV Gilang Kencana dengan nilai kontrak sekitar Rp 400 juta. Diduga bangunan ambruk karena kontruksi rangka baja tidak kuat menahan  beban genting atau pengerjaanya tidak sesuai spek. Saat ini ketiga ruang kelas yang am bruk tersebut telah dipasang  police line.

Ambruknya tiga lokal gedung SMKN 2 tersebut, langsung menjadi perhatian orang nomor satu di Lebak, Iti Octavia Jayabaya. Iapun turun langsung ke lapangan dengan didampingi sekda, Asda II, Kadis Pendidikan dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Lebak.

” iya, memang benar bangunan ini tidak sesuai kualitas yang ditentukan, dan ini bisa berbahaya untuk siswa,” Ujar Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, saat meninjau langsung gedung sekolah tersebut.

Lanjut Bupati, Ini masih tanggung jawab pihak ke III, apalagi 3 bulan lagi ada Ujian Nasional,

” Saya minta dalam 3 bulan ini sudah selesai,kalau bisa siang-malam bekerja dan tidak terjadi lagi seperti ini,” imbuhnya.

Kepala SMKN 2 Rangkasbitung, Mukmin mengatakan, pihaknya mengaku tidak tau menau dengan penyebab kejadian ini,

” Kami hanya menerima kunci saja,’” kilahnya.

Sementara itu Direktur Cv. Gilang Kencana, Gilang mengaku , sebagai pemaksana  pihaknya siap bertaanggungjawab.

” Saya siap membangun kembali dan saya tidak akan lari dari tanggungjawab,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak,Asep Komar Hidayat mengatakan, sebenarnya mekanisme sudah benar, tinggal mental rekanannya saja yang membangun.

Ia juga mengatakan, mengenai hal ini, dinas pendidikan telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak III dan  pengawasan masih pada pihak konsultan.

” Karena ini rekanan yang mengerjakan, tentunya kami menyerahkan sepenuhnya pada pelaksanannya,” katanya. (Riz)