Terkait Kasus Dewan PDIP, Polisi Panggil Kadis Pendidikan Tangsel

Terkait Kasus Dewan PDIP, Polisi Panggil Kadis Pendidikan Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terkait Kasus Dewan PDIP, Polisi Panggil Kadis Pendidikan Tangsel, Berita390

Terkait Kasus Dewan PDIP, Polisi Panggil Kadis Pendidikan Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terkait Kasus Dewan PDIP, Polisi Panggil Kadis Pendidikan Tangsel, 390, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terkait Kasus Dewan PDIP, Polisi Panggil Kadis Pendidikan Tangsel

Komarudin alias Komeng.
Komarudin alias Komeng.

KABUPATEN TANGERANG – Penyidik Polres Kota Tangerang,  mengembangkan kasus hukum tersangka Komarudin alias Komeng, Anggota DPRD Provinsi Banten dari PDI-Perjuangan (PDIP) kepada penyelenggara proyek dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

Hal tersebut terbukti dengan adanya pemanggilan kepada Mathoda Kepala Dinas Pendidikan oleh penyidik Polres Kota Tangerang terkait kasus Komeng pada hari ini, Rabu (03/09/2014).

Keterangan yang diperoleh trustkota, Mathoda memenuhi panggilan penyidik diwakili oleh salah satu Kepala Bidang (Kabid) di Dindik Tangsel.

Mathoda saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan terhadap dirinya dari penyidik Polres Kota Tangerang, terkait kasus anggota dewan dari partai wong cilik (PDIP red-) tersebut.

“Iya benar saya dipanggil penyidik dari Polres Kota Tangerang terkait kasus itu. Pemanggilan itu hanya untuk dimintai keterangan soal kasus itu,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Kota Tangearng Aris Tri Y, menyatakan akan memanggil saksi lagi terkait kasus Komeng. Saksi tersebut rupanya dari Dinas Pendidikan Kota Tangsel.

Kasus Komeng sendiri sudah naik ke penyidikan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara. Pemberitahuan hasil gelar perkara, secara tertulis dilayangkan (Diberitahukan) Polres Kota Tangerang kepada Manen Y Siburian alias Herman selaku pelapor.

Dalam surat tersebut juga penyidik menyatakan akan  memanggil Komeng sebagai tersangka. Tak hanya itu, dalam surat itu juga penyidik telah mengamankan barangbukti dan memeriksa delapan saksi termasuk Komeng, terkait kasus Komeng.

Seperti diketahui, Komeng dilaporkan Herman ke Polres Kota Tangerang terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 125 juta.

Modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan orang dekat Ratu Atut Chosiyah Gubernur Non Aktif ini yakni, menjanjikan pemberian proyek di lingkungan Pemkot Tangsel kepada korbannya Herman.

Kasus yang dihadapi Komeng ini nampaknya membuat dirinya dan orang yang berpihak kepadanya panik. Hal tersebut dikuatkan dengan pengakuan  Manen yang mengaku dirinya didatangni orang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Sudah, saya ditawari akan dibayar uang oleh orang itu. Saya tidak mau, terlanjur sakit hati saya. Apalagi saya sering memberikan toleransi kepada Komeng. Sekarang saya menyerahkan kepada aparat hukum dan saya yakin aparat hukum bisa profesional dalam kasus ini,” aku Herman.(Dik)