Terdakwa Pemalsu Ban Dalam IRC Divonis 10 Bulan Penjara

Terdakwa Pemalsu Ban Dalam IRC Divonis 10 Bulan Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terdakwa Pemalsu Ban Dalam IRC Divonis 10 Bulan Penjara, Berita383

Terdakwa Pemalsu Ban Dalam IRC Divonis 10 Bulan Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terdakwa Pemalsu Ban Dalam IRC Divonis 10 Bulan Penjara, 383, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terdakwa Pemalsu Ban Dalam IRC Divonis 10 Bulan Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Dua terdakwa kasus pemalsu ban dalam merk INOE IRC, Sugiamin alias Suming serta Ruswanto alias Yanto, divonis hukuman 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (11/12/2013). Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni selama 1 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Tamrin Tarigan mengatakan, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah menjual ban dalam palsu bermerek INOE IRC yang dimiliki oleh PT Gajah Tunggal.

Mereka melanggar dakwaan subsider yakni pasal 94 no 5/2001 tentang merek. Sementara dakwaan primer Pasal 90 dan 91 tentang pemalsuan dan pengguanaan merek secara tidak sah dinyatakan tidak terbukti.

“Berdasarkan keterangan dan saksi-saksi, terdakwa mendapatkan ban palsu tersebut dari Udin (buron). Terdakwa tidak tahu pembuatan ban tersebut, tapi tahu kalau ban merek IRC itu milik PT Gajah Tunggal. Terdakwa mengaku hanya menjual saja,” ujar Thamrin, dalam persidangan.

Hakim mejatuhkan keduanya dengan hukuman 10 bulan penjara dan denda 50 juta subsider 2 bulan. Pertimbangannya berdasarkan hal yang memberatkan yakni tindkana terdakwa merugikan PT Gajah Tunggal sekalu pemilik sah merek ban dalam tersebut.

“Sedangkan yang meringankan, ke dua terdakwa bersikap sopand alam persidangan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” tandasnya.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa Sugiamin dan Ruswanto yang tidak didampingi pengacara hanya terdiam. Ketika ditanya hakim terkait tanggapannya terhadap vonis tersebut, mereka menyatakan pikir-pikir. Begitupun dengan Jaksa, dia tidak langsung menerima terhadap vonis hakim. “Saya juga pikir-pikir,” katnya.

Seperti diketahui, kedua terdakwa ditangkap Polsek Jatiuwung karena memalsukan ban dalam merk INOE IRC, di Gudang Barang Muara Baru, Jakarta Utara, Pada 27 September 2013. Dari penangkapan tersebut polisi juga menyita sebanyak 34.030 unit ban dalam palsu.

Kasus ini berhasil terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan dari PT Gajah Tunggal selaku pemegang merek ban dalam tersebut. Akibat pemalsuan tersebut, PT Gajah Tunggal mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 850 juta. (ges)