‘Tercyduk’ Bandar Inex Nekat Nyemplung Ke Sungai

‘Tercyduk’ Bandar Inex Nekat Nyemplung Ke Sungai, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, ‘Tercyduk’ Bandar Inex Nekat Nyemplung Ke Sungai, Berita468

Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

 

TRUSTKOTA TANGERANG – Sepak terjang Sulaiman yang kabur dengan cara terjunkan diri ke kali saat disergap polisi berakhir tragis. Bandar ektasi ini ditemukan tak bernyawa di dasar kali. Belakangan terungkap Sulaiman tewas dengan luka di parah di bagian kepala akibat terbentur batu.
Nasib tragis dialami cowok 37 tahun itu terjadi Selasa (30/1/2018) . Bermula saat petugas Satuan Narkoba Polrestro Tangerang Kota menggerebek kediaman Sulaiman di Jalan Maulana Hasan, Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang.
Kasat Narkoba Polres Tangerang Kota AKBP Farlin Luman mengungkapkan dalam penggerebekan itu petugas meringkus Sulaiman dan seorang rekannga bernama Kurniawan.
Tetapi, pada saat akan dibawa untuk dikembangkan, Sulaiman berontak dan melarikan diri, sehingga diberi tembakan peringatan.
“Tersangka saat kami beri tembakan peringatan tidak menggubris, sehingga kami kejar. Nah pada saat lari itu pelaku menceburkan diri ke kali,” ungkap Farlin, Rabu (31/1/2018).
Petugas yang tak mau kehilagan tangkapannya berupaya keras mengejar dan mendapati tersangka dalam keadaan kritis  dengan kondisi luka parah di kepalanya.
“Diduga waktu melompat itu tersangka terpleset hingga kepalannya terbentur batu kali,” katanya.
Oleh petugas, Sulaiman yang berdarah darah lekas dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Namun nahas, nyawa bandar ekstasi itu tak tertolong. Sulaiman tewas sebelum sempat dirawat.
“Sebelum meninggal dunia itu pelaku sempat membuang pisau dan benda lainnya,” kata AKBP Farlin Lumban.
Setelah Sulaiman dinyatakam tewas, petugas membawa Kurniawan ke rumahnya di Jalan Gajah Mada, Jakpus. “Dari kediamannya kami mendapati 150 butir ekstasi, bong dan cangklong,” bebernya.
Dihadapan penyidik, Kurniawan mengaku barang haram itu dia peroleh GS oknum anggota polisi. GS kemudian dibekuk di rumah kosnya dikawasan Tamansari, Jakarta Barat sedang bersama seorang perempuan berinisial Aw.
Namun demikian, Farlin enggan membeberkan GS merupakan anggota mana. Dari GS ini disita 0,40 gram sabu dan 14 butir pil ekstasi. “Untuk keterlibatan oknum anggota itu masih Kami dalami lagi,” kilahnya.
Ratusan pil ekstasi dan sabu tersebut dari pengakuan mereka didapatkan dari seorang bandar di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Sementara untuk daerah penjualannya diedarkan di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
“Barang Haram ini diedarkan di beberapa tempat ada yang di tempat hiburan malam, ada juga ke pribadi, tergantung dari order pemesan,” ungkapnya.
Kedua pelaku yang tersisa dari komplotan ini saat ini mendekam di sel Mapolrestro Tangerang kota. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 Ayat 2 juncto Pasal 132 huruf A Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang amcaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara atau mati. (TMN/Gor)

www.trustkota.com
www.trustkota.com