Terapkan Gaji di Bawah UMK, PT Mataram Rangkas Didemo‎

Terapkan Gaji di Bawah UMK, PT Mataram Rangkas Didemo‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terapkan Gaji di Bawah UMK, PT Mataram Rangkas Didemo‎, Berita516

Terapkan Gaji di Bawah UMK, PT Mataram Rangkas Didemo‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terapkan Gaji di Bawah UMK, PT Mataram Rangkas Didemo‎, 516, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Terapkan Gaji di Bawah UMK, PT Mataram Rangkas Didemo‎

Puluhan anggota Lsm ketika melangsungkan aksi demo
Puluhan anggota Lsm ketika melangsungkan aksi demo

LEBAK,TRUSTKOTA- Menerapkan upah dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), Perusahaan distributor makanan dan minuman ringan didemo masyarakat, Selasa (28/7). Aksi yang dilakukan puluhan warga masyarakat yang tergabung dalam wadah Dinamika Rakyat dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) mendesak perusahaan tersebut melakukan penerapan dan melaksanakan UU ketega kerjaan, dengan memberikan gaji sesuai UMK yang berlaku di Kabupaten Lebak, yakni Rp 1,72 juta.Selain itu, juga para pengunjuk rassa ini meminta kepada dinas terkait memberikan sanksi tegas kepada perusahaan tersebut yang dinilai telah melanggar UU ketanaga kerjaan. Bahkan tidak itu saja para pengunjuk rasa juga melakukan penyegelan terhadap perusahaan tersebut untuk tidak beroperasi. Mereka juga meminta pihak perusaah memasang plang perusahaan.

” Kami minta pihak perusahaan untuk menjalankan dan melaksanakan ketentuan per undang-undangan yang berlaku. Kami juga meminta Dinas terkait memberikan sanksi kepada perusahaan ini, ” Ujar Ahmad Hakiki Hakim koordinator aksi tersebut dalam orasinya.

Hal senada dikatakan ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Lebak Pebi mengatakan. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pihak perusahaan dalam memberikan upah yang layak sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, jika ada perusahaan yang tidak melaksanakan dan menjalankan operasional perushaanya tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tentunya itu merupakan pelanggaran melawan hukum ”

Sementara itu, Syam Sugianto selaku koordinator pihak perusahaan PT Mataram Rangkas mengatakan, sejauh ini memang perusahaannya belum bisa maksimal menggaji atau memberikan upah kepada karyawannya. Mengingat, sambung Syam perusahaannya merupakan perusaan kecil dan yang bergerak dibidang distributor makanan dan minum ringan.

” Sebenarnya tidak semuanya digaji dibawah UMK, ada juga yang lebih dari itu ,” Kilahnya.

Syam juga menjelaskan, perushaanya ini telah beroperasi sekitar enam tahun dengan jumlah karyawan sekitar 60 karyawan. (Riz)