Tebing Koja Solear, Mulai Kisah Romantis Hingga Mistis

Tebing Koja Solear Kab Tangerang (Sherly/TRUSTKOTA.com)
Tebing Koja Solear Kab Tangerang (Sherly/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG — Satu lagi wisata alam yang terkenal di Tangerang yakni, Kandang Gozilla atau biasa dikenal dengan Tebing Koja yang berada di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Ya, wisata alam yang sudah ada sejak tahun 2016 ini terbentuk akibat ulah tangan manusia. Tak hanya, Danau Biru Cigaru namun, Tebing Koja ini timbul setelah adanya penggalian pasir yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pada 7 tahun lalu.

Tebing yang menjulang tinggi dan dihiasi pemandangan pepohonan rindang yang dapat dilihat dari ketinggian belasan meter tersebut, menyimpan cerita romantis bahkan, mistis dari para pengunjung ataupun penjaga tebing.

Mulai kisah romantis dimana, banyaknya calon pasangan suami istri yang melakukan foto Pre Wedding.

“Disini selain memang jadi tempat wisata, sering dijadikan pula buat foto pernikahan. Biasanya, mereka (calon pasangan suami istri) bawa tim sendiri untuk pemotretan atau kadang, bisa pakai jasa tukang foto yang memang ada disini. Tapi, kostum mereka bawa sendiri,” ungkap Udin salah seorang penjaga Tebing Koja, Minggu, (22/10/2017).

Terkadang, lokasi tersebut oun dijadikan sebagai lokasi untuk melamar sang kekasih

Namun, dibalik keindahannya dan kisah romantisnya. Tebing koja juga menyimpan kisah mistis tentang pekerja yang meninggal saat melakukan penggalian.

“Ya, kalo namanya tempat tentu ada yang seperti itu. Biasanya memang malem suka angker dan untungnya gak ada yang wisata malam juga kesini,” ujarnya.

Kisah mistis tersebut, pernah sesekali menghantui penjaga tebing dimalam hari, apabila masih ada saja pengunjung yang datang ke kandang Gozilla.

“Pernah waktu itu digangguin, karena masih ada pengunjung yang foto foto lewat dari jam enam. Digangguinnya sih gak nampakim diri, cuma dijahilin dengan dilemparin pasir atau gak diketawain. Itu aja sih, tapi jarang karena kalau udah jam 6 kita minta pengunjung keluar,” terang ayah dua anak ini.

Namun tetap, Tebing yang menjadi ikon Kabupaten Tangerang ini diminati masyarakat. Untuk datang kesana, masyarakat harus menggunakan jasa ojek ataupun kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

“Kalau angkutan umum ada, dengan jurusan Balaraja – Adiyasa tapi, itu jarang juga yang lewat sini. Jadi, lebih baik naik kendaraan pribadi, angkutan online atau ojek,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Chyntia mengaku tak masalah adanya kisah mistis yang menyelimuti Tebing tersebut.

“Gak masalah sih asal kita gak jahil juga ya mereka yang seperti itu gak jahil. Yang penting sih, seneng kalo kesini karena pemandangannya bagus bisa ngobatin pikiran kalo kerjaan lagi numpuk,” tutur wanita asal Cikupa, Tangerang.

Untuk melihat keindahannya, para pengunjung hanya mengeluarkan uang senilai Rp5 ribu untuk masuk dan Rp. 3 sampai Rp5 ribu untuk biaya parkir. (ayi/red)