Tangsel Kurang Tenaga Pendidik Hindu, Walikota Airin Akan Cari Solusi

Tangsel Kurang Tenaga Pendidik Hindu, Walikota Airin Akan Cari Solusi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tangsel Kurang Tenaga Pendidik Hindu, Walikota Airin Akan Cari Solusi, Berita817

Tangsel Kurang Tenaga Pendidik Hindu, Walikota Airin Akan Cari Solusi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tangsel Kurang Tenaga Pendidik Hindu, Walikota Airin Akan Cari Solusi, 817, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tangsel Kurang Tenaga Pendidik Hindu, Walikota Airin Akan Cari Solusi

Walikota Airin saat resmikan Pura Mertasari di Rempoa.
Walikota Airin saat resmikan Pura Mertasari di Rempoa.

TRUSTKOTACOM TANGSEL – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, merespon keluhan pemeluk agama Hindu di Tangsel, yang saat ini kekurangan tenaga pendidik dan penyuluh agama Hindu. Airin akan mencari solusi terkait masih kurangnya tenga pendidik dan penyuluh agama Hindu di Tangsel.

“Saya akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) untuk segera mencari solusi,” kata Airin, Senin (16/06/2014), di Ciputat, saat meresmikan Pura Mertasari.

Meski demikian, Airin mengaku terkait pengangkatan dan kuota CPNS, pihaknya tidak memiliki kewenangan. Pengangkatan dan penentuan kuota CPNS, diakuinya diatur pemerintah pusat.

”Tapi akan kami upayakan untuk segera mengatasi permasalahan ini,” kata istri Tubagus Chaeri Wardana ini.

Dilokasi yang sama, Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia Kota Tangsel, Ketut Arnaya di Pura Mertasari mengatakan, tenaga pendidik dan penyuluh agama Hindu di Kota Tangsel tak sebanding dengan polpulasi agama Hindu yang mencapai 24 ribu jiwa.

“Jumlah penduduk agama Hindu di Tangsel tinggi. Sedangkan tenaga pendidik dan penyuluh masih minim,” kata Ketut Arnaya.

Ketut menambahkan, saat ini tercatat ada 11 penyuluh agama Hindu non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dua guru agama Hindu berstatus PNS.

“Kami berharap pemerintah daerah menambah guru dan penyuluh agama Hindu. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan hidup dengan berorientasi pendidikan dan budi pekerti,” kata dia. (Qy)