Tangsel Kekurangan 7.000 Pegawai

Tangsel Kekurangan 7.000 Pegawai, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tangsel Kekurangan 7.000 Pegawai, Berita278

Tangsel Kekurangan 7.000 Pegawai, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tangsel Kekurangan 7.000 Pegawai, 278, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tangsel Kekurangan 7.000 Pegawai

Pns Tangsel.
Pns Tangsel.

TRUSTKOTACOM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel benar-benar kekurangan pegawai di jajaran struktural pemerintahannya. Sebab, dari 5.000-an pegawai saat ini, hanya 1.800-an pegawai yang bisa diberdayakan di kantor-kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sedangkan sisanya bekerja di teknis dinas pendidikan dan kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Dudung E Diredja mengatakan, Pemkot Tangsel saat ini belum bisa memberikan pelayanan maksimal di pemerintahannya. Sebab, secara struktural, Tangsel masih sangat kekurangan pegawai.

“Kami hanya punya 5.000 pegawai, itupun kebanyakan pekerja lapangan, sedangkan yang bekerja di kantor hanya 1.800-an orang saja,” jelas Dudung saat di temui di Serpong, Kamis (14/3), kemarin.

Menurut Dudung, idealnya dengan luas dan tingkat pelayanan yang sangat luas, Tangsel membutuhkan sedikitnya 11 ribu karyawan, dimana setengahnya bekerja sebagai staf teknis, dan sisanya bekerja sebagai staf struktural di kantor dinas, kecamatan dan kelurahan. “Kalau saat ini kami akui pelayanan belum maksimal. Sebab, kami masih kekurangan staf di kantor-kantor kami,” imbuhnya.

Belum lagi, dampak kekurangan pegawai ini berimbas pada kinerja penggunaan anggaran. Dimana, Tangsel yang saat ini memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp1,7 triliun, tidak cukup pegawai untuk menggunakan anggaran yang sangat besar itu. “Bayangkan saja 1.8000 orang mengelola anggaran Rp1,7 trilun, pasti kerjaannya akan menumpuk. Wajar jika pembangunan juga tidak optimal,” imbuh Dudung.

Meskipun begitu, dengan kekurangan pegawai saat ini, pihaknya masih bisa bernafas lega karena staf, pejabat eselon IV, III dan II, di Kota Tangsel masih mau bekerja keras untuk mengelola anggaran dan program yang begitu banyak. “Kami harapan, tahun 2013 ini, Pemkot masih bisa menmbah jumlah pegawainya. Kami akan coba usulkan ke pusat, karena moratorium penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) sudah dihentikan,” tandasanya.

Ditanya berapa banyak kebutuhan pegawai yang akan diusulkan tersebut, Dudung mengatakan, setidak-tidaknya pihakny ingin usulan maksimal, yakni sebanyak 7.000 pegawai yang bisa diusulkan. Namun, soal kuota, hal itu masih dinegosiasikan dengan Badan Kepagwaian Nsional (BKN) dan juga Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemen-PAN). “Yang kami usulkan mencapai 7.000, tapi soal berapa yang diterima sedang kami negosiasikan,” singkatnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel Firdaus mengatakan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat pengajuan penerimaan CPNS kepada Kemen-PAN dan BKN. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah tahun ini akan dibuka lowongan CPNS di Tangsel, serta belum bisa memastikan berapa kuota yang dialokasikan untuk daerah termuda di Provinsi Banten tersebut. “Memang sudah kami usulkan, kami masih tunggu jawaban Pusat,” katanya.

Pihaknya juga mengakui bahwa Tangsel saat ini sangat kekuarangan pegawai, khususnya untuk golongan staf dan eseloan IV. Makanya, salah satu upaya untuk menutupinya, dengan berupaya meminta kuota ke pusat.

“Untuk staf di kantoran memang sangat kurang. Jumlahnya minim sekali, sedangkan yang bekerja teknis di lapangan, masih banyak diisi oleh TKS (Tenaga Kerja Sukarela), seperti di Dishub, dan Satpol PP. Kami upayakan tahun ini ada perekrutan CPNS, mudah-mudahan,” imbuhnya. (tmn)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait