Tambangnya Disidak DPRD, Bos PT. CSA 1 Ngamuk

Tambangnya Disidak DPRD, Bos PT. CSA 1 Ngamuk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tambangnya Disidak DPRD, Bos PT. CSA 1 Ngamuk, Berita404

Tambangnya Disidak DPRD, Bos PT. CSA 1 Ngamuk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tambangnya Disidak DPRD, Bos PT. CSA 1 Ngamuk, 404, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tambangnya Disidak DPRD, Bos PT. CSA 1 Ngamuk

Komisi D saat meninjau loksi tambang pasir milik  PT.CSA 1.
Komisi D saat meninjau loksi tambang pasir milik PT.CSA 1.

TRUSTKOTACOM – Para pengusaha tambang pasir di Kabupaten Lebak semakin semena-mena saja. Salah satunya,  PT.Cakrawala Semesta Alam 1 (CSA). Perusahaan tambang pasir ini marah-marah dan menantang anggota DPRD yang melakukan sidak ke lokasi tambang.

Sidak yang dilakukan wakil rakyat ini terhadap tambang pasir ini, karena tambang pasir ini diduga menjadi penyebab bencana longsor. Tak hanya itu, tambang pasir milik PT CSA I ini juga dinilai DPRD telah melebihi batas kewajaran dalam pelaksanaan pertambangannya.

“Tak hanya itu DPRD juga meminta Dinas Pertambangan dan Energy (Distamben) Kabupaten Lebak harus bertanggung jawab, karena merekalah yang memberi izin pertambangan ini,” kata Yogi S Rahmat salah satu anggota DPRD dari Komisi D yang turut meninjau langsung ke lokasi pertambangan.

Dalam tinjauannya, Komisi D melihat pertambangan milik PT CSA 1 ini, telah melakukaneksploitasi atau pengerukan pasir besar-besaran oleh PT.CSA 1 yang mengakibatkan tergerusnya dua Rumah warga dan telah rusaknya ekosistem disekitarnya.

Ironisnya, saat rombongan ingin membicarakan soal dampak dari pertambangan pasir itu, pemilik tambang Bustaman yang tidak ada dilokasi dan dihubungi melalui telepon selularnya marah-marah dan menantang anggota DPR yang dianggap terlalu jauh ikut campur dalam permasalahan tersebut.

“Kami adalah anggota DPR dimana kita menampung dan mendengarkan aspirasi masyarakat sehingga kita perlu turun kelapangan melihat kondisi yang sesungguhnya. Kalau memang pihak perusahaan memiliki izin dan telah mengantongi AMDAL tidak harus marah-marah dan mengancam kami serta tidak perlu membawa-bawa daerah,” ungkap Yogi.

Kepala Distamben Kabupaten Lebak Sumardi saat dihubungi wartawan melalui telepon selularnya tidak mau mengangkat bahkan lewat Shorat Masage Service (SMS), juga tidak membalas.

Seperti diketahui, dua Rumah milik Ahmad (45) dan Pei (25) warga Kampung Babakan Cariu,Desa Mekar Sari,Kecamatan Rangkasbitung Selasa (05/02/2013), tepatnya sekitar pukul 17.30 kemarin,hancur tergerus longsor. Rumah yang tergerus itu berada persis dibelakang galian pasir sedot milik PT.Cakrawala Semesta Alam 1 (CSA) seorang pengusaha dari korea bernama Ali.

Longsor terjadi saat hujan deras mengguyur Kabuapten Lebak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Para penghuni rumah menyelamatkan diri dari dalam rumah karena sudah merasakan tanda-tanda terjadinya longsor.

“Saat mau longsor saya sudah merasakan, rumah bergetar serta retak-retak dibagian lantai dan dinding,” kata Ahmad.

Menurut bapak dari lima orang anak ini, ia dan istri serta anak-anaknya langsung keluar rumah sebelum rumahnya  ambrol terkena longsor.

“Kami tidak memikirkan apapun kecuali keselamatan jiwa sehingga semua milik atau harta yang ada didalam rumah tidak ada yang sempat dibawa, mulai dari barang elektronik sampai hewan peliharaan yakni kambing 10 ekor dan ayam sebanyak 150 ekor. Kerugian dari dua rumah yang tergrus longsor tersebut mencapai Rp 200 juta,” ungkap Ahmad.

Ahmad Sanusi seorang tokoh setempat mengatakan,longsor yang terjadi, ini diduga akibat dari pengerukan dan eksploitasi setiap hari yang dilakukan oleh PT. CSA 1. Pengawasan dan ketegasan Pemkab terhadap galian pasir di wilayah-wilayah di Kabupaten Lebak sangat memprihatinkan.

“Kami meminta pemkab Lebak secepatnya menutup galian c ini,karena pengerukan yang dilakukan PT.CSA 1 ini sudah menghawatirkan jarak dengan rumah warga tidak lebih dari 50 meter begitu juga dengan jalan raya,dan izin lingkungannya (AMDAL) kami merasa tidak pernah menandatanganinya,” katanya.

Ditempat terpisah pemilik Galian C PT.CSA 1 Ali mengatakan ,pihaknya akan bertanggung jawab dan sepenuhnya kerugian yang diakibatkan longsor tersebut akan diganti. “kami akan bertanggung jawab dan akan mengganti kerugian yang diakibatkan longsor tersebut,”kata Ali singkat.(yar)