Takut Rumahnya Ikut Terbakar, Warga Kemasi Barang-barangnya

Takut Rumahnya Ikut Terbakar, Warga Kemasi Barang-barangnya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Takut Rumahnya Ikut Terbakar, Warga Kemasi Barang-barangnya, Berita756

Takut Rumahnya Ikut Terbakar, Warga Kemasi Barang-barangnya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Takut Rumahnya Ikut Terbakar, Warga Kemasi Barang-barangnya, 756, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Takut Rumahnya Ikut Terbakar, Warga Kemasi Barang-barangnya

Salah seorang warga sekitar PT Gosyen Pacific Sukses Makmur, nampak mengemasi barang-barangnya.
Salah seorang warga sekitar PT Gosyen Pacific Sukses Makmur, nampak mengemasi barang-barangnya.

TRUSTKOTACOM – Peristiwa kebakaran yang melanda PT Gosyen Pacific Sukses Makmur, sebuah Pabrik pengolah sterofoam, yang berlokasi di Jalan Kalisabi No 7, Kawasan Industri Kali Sabi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, pada Minggu (29/09/2013) sore, membuat panik warga sekitar. Pasalnya, didalam pabrik terdapat 20 ton bahan bakar gas.

Bahkan, warga yang rumahnya sangat dekat dengan pabrik itu pun, nampak terlihat tengah mengemasi barang-barangnya.

“Siap siaga saja, soalnya didalam kan katanya banyak gas, takut meledak dan merembet ke rumah kami,” kata Dani, warga sekitar yang tengah mengemasi barang-barangnya.

Hingga berita ini dilansir, api belum juga padam. 25 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota dan Kabupaten Tangerang, nampak masih berusaha memadamkannya.

“Masih nyala apinya, karena gas itu yang susah dipadamkan. Kami siaga kan 25 unit mobil Damkar dari Kota dan Kabupaten Tangerang,” kata Petugas damkar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (29/09/2013) sore, PT Gosyen Pacific Sukses Makmur, sebuah Pabrik pengolah sterofoam, yang berlokasi di Jalan Kalisabi No 7, Kawasan Industri Kali Sabi, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga akibat korsleting listrik diruang produksi, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Tiba-tiba terlihat kepulan asap dari ruang bagian produksi. Kemungkinan karena korslet listri,” kata Edy, salah seorang saksi mata yang ada dilokasi.

Banyaknya bahan yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat merembet keseluruh ruangan produksi. Api semakin membesar dan merembet ke ruangan sebelah yang berisi tabung gas.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (ges)