Tak Percaya Dengan KPU dan Panwas Caleg Hanura Datangi Polres

Tak Percaya Dengan KPU dan Panwas Caleg Hanura Datangi Polres, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tak Percaya Dengan KPU dan Panwas Caleg Hanura Datangi Polres, Berita124

Tak Percaya Dengan KPU dan Panwas Caleg Hanura Datangi Polres, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tak Percaya Dengan KPU dan Panwas Caleg Hanura Datangi Polres, 124, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tak Percaya Dengan KPU dan Panwas Caleg Hanura Datangi Polres

Himas Hilatunnsyah, mendatangi Polres Metro Tangerang, untuk melaporkan dugaan kecurangan dalam penghitungan suaranya di Pemilu Legislatif 2014.
Himas Hilatunnsyah, mendatangi Polres Metro Tangerang, untuk melaporkan dugaan kecurangan dalam penghitungan suaranya di Pemilu Legislatif 2014.

TRUSTKOTACOM-Calon Anggota Legislatif (Caleg), DPRD Kota Tangerang, dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Himas Hilatunnsyah, mendatangi Polres Metro Tangerang, Selasa (22/04/2013). Caleg Nomor Urut 3 ini, melaporkan adanya kecurangan dalam perhitungan saura dari tingkat PPS hingga KPU.

Kedatangan Himas ke Polres dan melaporkan adanya kecurangan dalam perhitungan suara di Pemilu Legislati (Pileg), salah satu bukti ketidakpercayaan dirinya terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Saya tidak percaya dengan KPU dan Panwas. Mereka tak gentar membela yang bayar bukan yang benar,” kata Himas.

Lanjut Himas, sebagai pengacara dirinya akan terus mengusut adanya kecurangan perhitungan suara yang dialaminya. Pengacara ini juga menilai, UU Pemilu No 8 Tahun 2008, hanya merupakan topeng kejahatan dalam pemilu.

“Implementasi atas aturan tersebut tidak ada. UU itu hanya hanya topeng agar masyarakat menilai pelaksanaan pemilu jujur dan adil dengan adanya UU tersebut. Tapi kenyataanya tidak, aturan tersebut hanya kamuflase,” tegasnya.

Ditanya diamana ketidakberesan dalam penghitungan suara, Himas mengatakan, suara yang direkapnya dari tiap TPS sebanyak 1.873, tapi setelah rekapitulasi suara di KPU, suara saya hanya 659. “Menghilang kemana itu suara saya. Penyelengara pemilu tidak profesional,” ucapnya.

Imas datang ke Polres bersama teman calegnya sesama partai Djus Marina, Caleg DPRD Provinsi Banten Nomor Urut 5. Djus juga mengatakan adanya ketidakberesan penyelengara Pemilu. ” Contohnya di TPS 12 Cibodas Baru, saksi dari Partai Hanura tidak boleh tandatangan. Ini ada apa? mau di apain suara Hanura,” katanya. (Qy)