Tak Mau Pembuatan Embung Tidak Efektif Atasi Banjir, Zaki Minta Revisi Ulang

Tak Mau Pembuatan Embung Tidak Efektif Atasi Banjir, Zaki Minta Revisi Ulang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tak Mau Pembuatan Embung Tidak Efektif Atasi Banjir, Zaki Minta Revisi Ulang, Berita123

Tak Mau Pembuatan Embung Tidak Efektif Atasi Banjir, Zaki Minta Revisi Ulang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tak Mau Pembuatan Embung Tidak Efektif Atasi Banjir, Zaki Minta Revisi Ulang, 123, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tak Mau Pembuatan Embung Tidak Efektif Atasi Banjir, Zaki Minta Revisi Ulang

DSC_3835

TIGARAKSA, TRUSTKOTA – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sangat konsen mengatasi persoalan banjir di Kabupaten Tangerang. ┬áTerbukti, begitu telitinya Zaki dalam mempelajari rencana pembangunan Embung untuk mengatasi persoalan banjir di wilayahnya. Zaki tak mau ada kekurangan dalam pembangunan Embung ini sehingga tidak menjadi solusi persoalan banjir.

Rabu (14/01/2015), dalam Ekpose BAPPEDA mengenai hasil FS dan DED Pembangunan Embung pada DAS Cimanceuri dan DAS Ciranjieun di Ruang Rapat Wareng Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Zaki begitu memahami segala kekurangan dalam Ekpose tersebut.

Zaki meminta rencana pembuatan Embung di revisi ulang. Menurutnya, kebijakan pembangunan di Kabupaten Tangerang kedepan harus memenuhi 5 hal yang prioritaskan, seperti dijelaskannya, meliputi kemacetan, banjir, kemiskinan, pengendalian lingkungan hidup, serta masalah ketersediaan air baku.

” Pembuatan Embung agar diperhitungkan kembali atau revisi ulang untuk membuat desainnya agar kedalaman menjadi 10m3 dikarenakan tidak bisa menampung banjir jika kedalaman hanya 4m3, serta fokus tujuan utama Embung untuk peningkatan ketersediaan air baku dan penanggulangan banjir di perumahan Mustika Kecamatan Tigaraksa dan desa kutruk Kecamatan Jambe,” tegas Zaki.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pemukiman Dan Fasum BAPPEDA Erwin Mawandy, ST, M.Si menyampaikan laporannya gambaran umum luas total DAS Cimanseuri sekitar 550.68 Km2 dan mempunyai ┬▒ 30 buah anak sungai yang Bermata air di daerah parung Bogor, bermuara di Laut Jawa, Pemanfaatan pengairan irigasi sawah dan sumber air beku.

Katanya, Kali Cimanceuri tergolong sungai alluvial dimana materialnya berupa endapan lempung, lanau, pasir, dan kerikil hal itu dikarekanan Kondisi Topografi DAS Cimanceuri terletak pada dataran landau dan perbukitan bergelombang, lebih dari 80% luas DAS terletak pada ketinggian 50-150m dpl dengan kelerengan landai.

“Desa Matagara Kecamatan Tigaraksa , Desa Budimulya dan Desa Bojong Kecamatan Cikupa adalah Daerah yang rawan banjir akibat luapan sungai Cimanceuri,” paparnya.

Lanjut Erwin, Feasibiity Study Pembuatan Embung Sungai Cimanceuri sedalam 4m3 berdasarkan landasan hukum UU No. 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 42 Tahun 2008 tentang pengelolaan sumber daya air, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2011 tentang pengelolaan daerah aliran sungai, Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang No 12 Tahun 2006 tentang sepadan, Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang No 03 Tahun 2010 tentang pengelolaan sungai dan drainase.

Masih kata Erwin, tenaga Ahli BAPPEDA Anik mengatakan, kajian awal lokasi Embung (Kolam) berdasarkan lokasi banjir yang ada dilakukan kajian lokasi tampungan yang mungkin dan efektif mengurangi resiko banjir dan mempunyai dampak sekecil mungkin.

“Berdasarkan kunjungan awal diperoleh 3 lokasi potensi embung yang berlokasi di Desa Matagara Kecamatan Tigaraksa, Desa Kutruk dan Desa Pasir Barat Kecamatan Jambe. Dengan pertimbangan teknis, ekonomis, konservasi sungai, diusulkan lokasi Embung menjadi 2 lokasi yakni Desa Matagara dan Desa Kutruk,” terangnya.

Seperti diketahui, World Waternet merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan air yang berpusat di Amsterdam Belanda. World Waternet yang bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang dan perusahaan air publik, di negara-negara berkembang, serta dengan perusahaan-perusahaan Belanda, lembaga pengetahuan internasional, bank pembangunan dan organisasi internasional yang memiliki tujuan Bersama-sama menghilangkan masalah air. (Rls/Riz)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait