Tahun Ini Zaki Bangun Sanitasi 250 Pondok Pesantren di Tangerang

Tahun Ini Zaki Bangun Sanitasi 250 Pondok Pesantren di Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tahun Ini Zaki Bangun Sanitasi 250 Pondok Pesantren di Tangerang, Berita215

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Badri Hasun
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Badri Hasun

TRUST TANGERANG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Tangerang Badri Hasun, mengatakan Program am Sanitasi Pondok Pesantren (Sanitren), luar biasa. Manfaat program ini nyata dirasakan oleh para Santri.

“Saya katakan sekali lagi, program pa Bupati ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi para santri yang tengah belajar di Pontren. Sangat mulia tujuan dari program ini” ungkap Badri Hasun, Rabu (12/02/2020).

Menurut Badri, tahun ini 250 Pondok Pesantren (Pontren) di Kabupaten Tangerang Tahun 2020 ini, sanitasinya akan dibangun. Ratusan Pesantren itu sudah di Verifikasi untuk mendapatkan Program Sanitren Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar.

” Ya ada 250 Pontren yang mendapatkan program Sanitren ini. Apresiasi dari para ulama dan kiyai juga sangat luar biasa. Bagaimana tidak luar biasa di Indonesia baru beliau yang punya program ini,” tegas Badri.

Badri menjelaskan, agar program ini, tertib administrasi, pihaknya melakukan verifikasi terhadap Pontren yang akan mendapatkan program ini.

“Bantuan untuk sanitasi setiap Pontren sebesar Rp 128 juta. Pemberian dana kepada Pontren ini dibuat dua tahap 70 persen kemudian 30 persen. Dana tersebut untuk membangun sanitasi. Pontren yang membangun dengan gambar yang telah ditentukan. Pembangunannya juga ada pihak pengawasanya dalam hal ini Bapeda Kabupaten Tangerang,” jelas Badri.

Adapun Pontren yang mendapatkan bantuan tahun ini, diverifikasi Kemenag dengan mengacu kepada Peraturan Dirjen Kemenag dimana Pontren itu harus memiliki syarat yang telah ditentukan.

“Syaratnya Pontren harus memiliki fasilitas sarana ibadah seperti masjid, kemudian ada kiyainya dan mengajarkan kitab kuning serta Pontren memiliki minimal 15 santri,” tambah Badri. (dik/red)