Syailem dan Masduki Sudah Satu Tahun Tinggal Dirumah Ambruk

Syailem dan Masduki Sudah Satu Tahun Tinggal Dirumah Ambruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Syailem dan Masduki Sudah Satu Tahun Tinggal Dirumah Ambruk, Berita570

Syailem dan Masduki Sudah Satu Tahun Tinggal Dirumah Ambruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Syailem dan Masduki Sudah Satu Tahun Tinggal Dirumah Ambruk, 570, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Syailem dan Masduki Sudah Satu Tahun Tinggal Dirumah Ambruk

Cikupa-20140417-00575

TRUSTKOTACOM – Sunguh sangat menyedihkan, nasib Nek Syailem (70) dan suaminya Masduki (80), Warga Kampung Tarikolot, Desa Sukanegara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tinggal di rumah yang sudah ambruk dan tanpa ada yang peduli.

Rumah pasangan suami istri lanjut usia tersebut ambruk akibat diterjang angin kencang setahun yang lalu. Dengan kondisi memprihatinkan, Syailem dan suaminya terpaksa tetap bertahan tinggal dibagian rumah yang masih bisa ditempati. Jika hujan turun, keduanya harus rela berbasah-basahan. Sebab, selain tiang penyangga rumahnya ambrol atapnya juga rusak.

“Kalau hujan malam hari, kami tidak bisa tidur. Karena selain atapnya bocor, kami takut rumah kami ambruk kembali oleh tiupan angin,” kata Syailem.

Kini Syailem dan suaminya yang sering sakit-sakitan hanya bisa merasakan pahit getirnya hidup. Jeratan kemiskinan yang kuat membuat Syailem yang berprofesi sebagai tukang urut harus berjuang melawan kerasnya roda kehidupan yang menggilas tanpa ampun.

Jangankan untuk memperbaiki rumahnya yang ambruk, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya saja sangat kewalahan. Bahkan untuk makan saja terkadang keduanya harus rela berbagi satu piring nasi dan lauk seadanya.

“Tiap satu kali ngurut saya dibayar Rp 10 ribu. Tapi ngurutnya juga jarangaijarang,” ucapnya.

Ironisnya lagi, keluarga miskin yang sudah satu tahun tinggal di rumah yang sudah ambruk lantaran diterjang angin kencang setahun yang lalu, hingga kini belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Hujan dan angin malam sering membuat kami sakit-sakitan. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar rumah kami diperbaiki,” harapnya.(cun)