Spesialis Curanmor Ditembak Polisi

Spesialis Curanmor Ditembak Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Spesialis Curanmor Ditembak Polisi, Berita971

Spesialis Curanmor Ditembak Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Spesialis Curanmor Ditembak Polisi, 971, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Spesialis Curanmor Ditembak Polisi

AR (21) dan YY (37) dua pelaku Curanmor, saat di Mapolsek Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.
AR (21) dan YY (37) dua pelaku Curanmor, saat di Mapolsek Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

TRUSTKOTACOM – AR (21) spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang biasa beraksi di wilayah Tangerang dan Jakarta Barat, diringkus petugas Polsek Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. AR terpaksa dihadiahi timah panas di kedua kakinya lantaran berusaha kabur saat disergap.

Selain meringkus AR, Polisi juga mengamankan YY warga Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, yang merupakan penadah hasil Curanmor

“Kedua tersangka ditangkap di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang pada Jum’at (17/05/2013) lalu,” kata Kapolsek Teluk Naga, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Endang Sukmawijaya, Rabu (22/05/2013).

Menurut Endang, penangkapan terhadap kedua tersangka berawal dari tertangkapnya YY. Selanjutnya polisi melakukan pengembangan, hanya selang beberapa jam, polisi kemudian berhasil meringkus AR yang merupakan warga asal Lampung.

“Dari penangkapan terhadap YY, kami melakukan pengembangan. Dan di hari itu juga, petugas kembali berhasil menagkap tersangka AR yang merupakan residivis dalam kasus yang sama,” ungkap Endang.

Tersangka AR mengaku kerap melakukan aksinya di wilayah Villa Bandara, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan sudah berhasil mendapatkan 10 unit motor selama 10 bulan beroperasi.

“Sepeda motor hasil curian, saya jual ke penadah dengan harga masing-masing sebesar Rp1,5 sampai Rp2 juta,” aku AR.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 12 unit motor berbagai merek beserta 1 kunci leter T. ” Tersangka dapat dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun,” kata Endang. (ges)