Spanduk Bergambar Jokowi Dicopot Di Harganas, Pospera Banten Meradang

Spanduk Bergambar Jokowi Dicopot Di Harganas, Pospera Banten Meradang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Spanduk Bergambar Jokowi Dicopot Di Harganas, Pospera Banten Meradang, Berita300

Spanduk Bergambar Jokowi Dicopot Di Harganas, Pospera Banten Meradang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Spanduk Bergambar Jokowi Dicopot Di Harganas, Pospera Banten Meradang, 300, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Spanduk Bergambar Jokowi Dicopot Di Harganas, Pospera Banten Meradang

Pospera -net
Pospera -net

TANGSEL TRUSTKOTA-DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten meradang. Hal itu dipicu atas pencopotan spanduk bertuliskan selamat datang untuk Presiden RI Jokowi, pada acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kota Tangsel.

Informasi yang dihimpun, pencopotan spanduk diduga dilakukan anggota Danrem 052 Wijayakrama, Mohamad Zamroni.

“Penurunan spanduk bergambar Presiden sama saja merendahkan kewibawaan Panglima Tertinggi TNI. Apalagi setelah dicopot spanduk bergambar Presiden Jokowi itu dilemparkan ke jalan,” tandas Mohamad Sofyan, Ketua Dewan Pembina DPD Pospera Banten, Minggu (2/8/2015).

Menurut Sofyan, pemasangan spanduk Pospera adalah hal yang wajar. Karena di lokasi juga terpasang spanduk selamat datang dari berbagai perusahaan BUMN. Hanya saja, di lokasi tersebut, Pospera satu-satunya Ormas yang memasang spanduk demikian. “Jadi seolah-olah curiga kalau Pospera ingin macam-macam. Padahal Pospera sebagai ormas relawan Jokowi. Jadi tidak mungkin berbuat yang aneh-aneh,” tandas Sofyan.

Sofyan menegaskan, seandainya aparat keamanan yang dikomandoi Zamroni mengumpulkan data intelejen yang benar. Kesalahan seperti itu bisa dihindari. “Pak Zamroni mungkin bekerja di bawah tekanan jadi melakukan blunder dengan menurunkan spanduk Pospera. Padahal jelas-jelas Pospera pendukung Jokowi,” tegasnya.

Ungkap Sofyan, pihaknya memiliki bukti-bukti penurunan spanduk bergambar Jokowi tersebut. Pihaknya berharap Zamroni bisa melakukan klarifikasi atas pencopotan bergambarkan Jokowi. “Klarifikasi sebaiknya disampaikan ke Istana. sebab, Pospera sudah melaporkan hal ini ke Istana. Kami juga sudah memaafkan. Tapi kader-kader Pospera di Tangsel kecewa atas penurunan tersebut,” tandasnya.

Sementara , Ketua DPD Pospera Banten Ahmad Yuslizar mengatakan, aksi pengusiran dan penurunan spanduk diawali ketika kader-kader Pospera Tangsel ingin mengibarkan bendera Pospera dan 1 spanduk tambahan.

“Ada puluhan spanduk yang sudah terpasang dua hari sebelumnya. Dan itu tak masalah. Tetapi ketika ingin mengibarkan bendera disoal, mungkin kami disangka demonstran anti Jokowi. Padahal justru ingin menyatakan dukungan,” paparnya.

Namun, disayangkan, pihak dari Danrem tidak memberikan ruang dialog atau komunikasi. “Bahkan sekitar 25 kader Pospera Tangsel diusir dan didorong dari lokasi acara,” pungkasnya. (joe)