Sopir Truk Penimbun BBM Bersubsidi di Tangkap Polsek Sepatan

Sopir Truk Penimbun BBM Bersubsidi di Tangkap Polsek Sepatan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sopir Truk Penimbun BBM Bersubsidi di Tangkap Polsek Sepatan, Berita534

Sopir Truk Penimbun BBM Bersubsidi di Tangkap Polsek Sepatan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sopir Truk Penimbun BBM Bersubsidi di Tangkap Polsek Sepatan, 534, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sopir Truk Penimbun BBM Bersubsidi di Tangkap Polsek Sepatan

Kapolsek Sepatan memperlihatkan truk pengangkut bersubsidi yang tankinya telah modifikasi
Kapolsek Sepatan memperlihatkan truk pengangkut bersubsidi yang tankinya telah modifikasi

SEPATAN TRUSTKOTA – Petugas polsek Sepatan, Kabupaten Tangerang, berhasil menangkap sebuah truk yang dijadikan mobil penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Mobil tersebut dimodifikasi hingga dapat menampung┬áribuan liter solar.

Selain mengamankan truk yang dijadikan mobil penimbun BBM bersubsidi, petugas juga menangkap sopir dan kernet mobil tersebut, yakni AU dan KJ.

Kapolsek Sepatan AKP Hidayat Iwan Irawan mengatakan, penangkapan bermula dari kecurigaan petugas yang sedang melaksanakan operasi cipta kondisi.

Saat itu, petugas melihat truk Mitsubishi berwarna kuning (B 9784) sedang mengisi solar di sebuah SPBU, Jalan Raya Kutabumi, Kampung Teriti, Desa Karet Kecamatan Sepatan.

“Karena merasa curiga, kemudian petugas melakukan pemeriksaan. Ternyata, dalam truk tersebut ada tangki modifikasi yang berisi solar sebanyak 1400 liter. Selain itu, mereka juga tidak memiliki STNK dan surat izin mengangkut BBM bersubsidi,” ungkap Hidayat, Selasa (26/08/2014).

Kata Hidayat, modus yang digunakan kedua tersangka, yaitu dengan cara membeli solar bersubsidi disetiap SPBU yang ada di wilayah Tangerang. Untuk menghindari kecurigaan petugas SPBU, mereka hanya mengisi solar sebanyak 50 liter dari setiap SPBU.

“Tangki yang sudah dimodifikasi dalam truk tersebut dapat menampung sekitar 2500 liter solar,” ujarnya.

Menurut Hidayat, dari pengakuan kedua tersangka, rencananya solar itu akan dikirim ke daerah Neglasari, dengan penerima berinisial TT, yang kini sudah menjadi DPO Polsek Sepatan.

“Peran kedua tersangka hanya membeli dan mengantar solar tersebut ke bos mereka. Kita masih menyelidiki kasus ini,” katanya.

Kini, kedua tersangka dan barang bukti berupa truk modifikasi dan uang tunai Rp 2.980.500 diamankan di Mapolek Sepatan.

Kedua tersangka bisa dijerat pasal 55 dan 53 UU RI no 22/2001 tentang migas dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. (Cun/dik)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait