Soal Pemotongan Bantuan Jamsosratu, Kasi Bimsos Panggil Pendamping

Soal Pemotongan Bantuan Jamsosratu, Kasi Bimsos Panggil Pendamping, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Pemotongan Bantuan Jamsosratu, Kasi Bimsos Panggil Pendamping, Berita945

Soal Pemotongan Bantuan Jamsosratu, Kasi Bimsos Panggil Pendamping, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Pemotongan Bantuan Jamsosratu, Kasi Bimsos Panggil Pendamping, 945, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Pemotongan Bantuan Jamsosratu, Kasi Bimsos Panggil Pendamping

Hadi Susanto Kasi Bimso Disnakersos Lebak
Hadi Susanto Kasi Bimso Disnakersos Lebak

LEBAK,TRUSTKOTA- Kepala Seksi Bimbingan Sosial (Bimsos) Dinas Tenaga Kerja sosial (Disnakersos) Hadi Susanto mengatakan menindak lanjuti adanya dugaan pemotongan bantuan jamsosratu di dua desa yakni desa Sukaresmi dan Majasari Kecamatan Sobang pihaknya telah memanggil pendamping dan aparat desa untuk menjelaskan masalah tersebut.

” saya meminta kepada pendamping dan aparat desa untuk membuat surat pernyataan sebagai bukti bahwa tidak adanya pemotongan sebesar 250rb yang ditandatangani oleh semua penerima RTS,”kata Hadi , di Ruang Kerjanya, Rabu

Hadi menjelaskan, adapun pemotongan hanya sebesar 65 ribu , itupun sesuai dengan kesepakatan seluruh penerima RTS.

“Rinciannya, RTS wajib menabung di POS yang diwakilkan oleh pendampung sebesar Rp. 40.000 dan pembelian materai 6000 dan 3000 sebanyak 5 buah sebesar Rp. 25.000 dan itu sudah sesuai dengan Perbup No. 16 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jaminan sosial Rakyat Banten Bersatu,” paparnya.

Untuk itu, Kata Hadi, mengenai masalah adanya dugaan pemotongan sebesar Rp. 250 ribu oleh oknum aparat desa itu tidak benar keberadaanya.

“Masing-masing RTS seharusnya menerima Rp. 750 ribu, karena adanya pemotongan untuk biaya administrasi sebesar Rp.69 ribu jadi RTS hanya menerima sebesar Rp. 690 ribu saja dan itu sudah kesepakatan bersama,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Warga desa Sukaresmi dan desa Majasari kecamatan Sobang penerima bantuan dana program Jamsosratu dari Pemprov Banten yang direalisasaikan Ramdhan lalu, mempertanyakan pemotongan uang sebesar

Rp.250.000 dari Rp.750.000 per orang.”Kami hanya mempertanyakan uang sebsear itu untuk apa dan dikemanakan,”ungkap salah seorang warga desa Sukaresmi yang minta namanya dirahasiakan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dana bantuan sebesar Rp.750.000 per orang tersebut di terima langsung utuh namun dipinta kembali oleh salah seorang oknum pegawai di desa sebesar Rp.250.000 yang tidak jelas peruntukannya.

”Kami  tidak berdaya akibat hawatir tidak di beri bantuan lagi pada pencairan berikutnya.  Kami  selaku warga terpaksa menurut saja saat oknum di desa memotong uang yang telah kami terima

itu. Untuk itu, kami sangat berharap kepada pemerintah Provinsi Banten terutama Dinas yang menanganinya untuk bertindak tegas karenabenar-benar sangat merugikan warga,”katanya. (Riz)