Soal Kota Tangerang di Bilang Kumuh, WH : Dia Tidak Tahu Kota Tangerang

Soal Kota Tangerang di Bilang Kumuh, WH : Dia Tidak Tahu Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Kota Tangerang di Bilang Kumuh, WH : Dia Tidak Tahu Kota Tangerang, Berita844

Soal Kota Tangerang di Bilang Kumuh, WH : Dia Tidak Tahu Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Kota Tangerang di Bilang Kumuh, WH : Dia Tidak Tahu Kota Tangerang, 844, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Kota Tangerang di Bilang Kumuh, WH : Dia Tidak Tahu Kota Tangerang

Walikota Tangerang, Wahidin Halim (WH), saat perayaan peraihan Piala Adipura Kencana, Senin (10/06/2013).
Walikota Tangerang, Wahidin Halim (WH), saat perayaan peraihan Piala Adipura Kencana, Senin (10/06/2013).

TRUSTKOTACOM – Wali Kota Tangerang Wahidin Halim (WH), menyayangkan pernyataan salah satu Bakal Calon (balon) Wali Kota Tangerang, yang mengatakan Kota Tangerang adalah kota kumuh. Hal tersebut diungkapkan WH disela-sela perayaan piala Adipura Kencana yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudono (SBY) kepada Kota Tangerang.

“Kalau ada yang bilang Kota Tangerang itu kumuh. Berarti dia itu tidak tahu Kota Tangerang,” kata Wahidin kepada wartawan, Senin (10/06/2013).

Menurutnya, memang pada tahun 2006, Kota Tangerang mendapat julukan kota terkotor. Namun, pihaknya langsung melakukan pembenahan, hingga akhirnya tahun 2007 Kota Tangerang meraih piala Adipura pertama. Bahkan, Upaya membersihkan Kota Tangerang terus berlanjut hingga berhasil meraih Adipura ketiga kalinya pada tahun 2013, yakni Adipura Kencana yang juga diraih oleh Kota Surabaya.

“Jadi kalau ada yang bilang Tangerang kota kumuh, orang itu bodoh dan tidak paham. Adipura Kencana ini dinilai oleh tim independen dan diberikan langsung oleh Presiden,” tegasnya.

WH juga berharap, dengan diraihnya Adipura, kedepannya dapat terbangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan hidup bersih dan sehat menjadi budaya. Pasalnya, kesulitan dalam menjadikan kota bersih adalah merubah budaya masyarakatnya.

“Kita akan jadikan menanam pohon dan buang sampah pada tempatnya adalah bagian dari keseharian masyarakat. Kita akan terus mensosialisasikan budaya menjaga lingkungan,” katanya. (ges)