Soal Calon Kades Cisuren, BPMPD Segera Ambil Tindakan‎

Soal Calon Kades Cisuren, BPMPD Segera Ambil Tindakan‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Calon Kades Cisuren, BPMPD Segera Ambil Tindakan‎, Berita934

Soal Calon Kades Cisuren, BPMPD Segera Ambil Tindakan‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Calon Kades Cisuren, BPMPD Segera Ambil Tindakan‎, 934, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Soal Calon Kades Cisuren, BPMPD Segera Ambil Tindakan‎

TrustKota.com
TrustKota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Aktivis pemerhati kebijakan publik Ahmad Hakiki Hakim akan melaporkan Panitia Pilkades tingkat Kecamatan Bayah, yang diduga telah meloloskan salah satu calon kades Cisuren, Kecamatan Bayah yang tak memenuhi persyaratan administrasi ke BPMPD Kabupaten Lebak.

” Suratnya hari ini (senin) suratnya akan saya kirim ke BPMPD, ” Ujar Kiki di Rangkasbitung, Senin (3/8).

Dengan surat itu, kata Kiki, pihaknya meminta pada BPMPD Kabupaten Lebak selaku penanggungjawab pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten setempat, untuk membatalkan salah satu calon kades Cisuren atas nama Hayat, karena tidak memenuhi persyaratan administrasi sesuai tahapan pilkades yang telah ditentukan.

” Jujur saya tidak punya kepentingan politik dengan siapapun. Hanya saja sebagai pemerhati kebijakan publik, saya ingin jalannya pelaksanaan Pilkdes serentak di Kabupaten Lebak berjalan sesuai aturan yang telah ditentukan.” Katanya.

Menurut Kiki‎ terkait dengan hal ini‎, pihaknya juga telah menerima laporan adanya indikasi keterlibatan oknum panitia Pilkades di tingkat Kecamatan Bayah. Karena diduga telah ikut andil meloloskan salah satu calon kades Cisuren, Kecamatan Bayah yang bermasalah

“Polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Lebak masih berjalan,  khususnya terkait Ijazah Bakal Calon Kepala Desa. Ijazah merupakan persyaratan administrasi yang sudah tertuang dalam Peraturan Bupati Lebak Nomor 7 Tahun 2015 tentang Tatacara Pemilihan Kepala Desa Serentak,”paparnya.

Bersamaan dengan itu, masih kata Kiki saat ini Panitia Pilkades bersama Panitia Pembina Kecamatan Bayah sudah menetapkan bakal calon Kades menjadi Calon Kades, sesuai tahapan Pilakdes Serentak.

“karena calon Kades hanya di bawah 5 (lima) orang jadi cukup ditetapkan oleh Panitia Pembina Kecamatan. Itu artinya kata Kiki tidak mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten. Namun permasalahan Ijazah salah satu bakal calon, sudah muncul

jauh-jauh hari sebelum tahapan pendaptaran tahap awal. Bahkan panitia Pilkades sudah melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada panitia Pembina Kecamatan terkait permasalahan Ijazah,”katanya.

Lebih jauh Kiki menjelaskan, ijazah tersebut  atas nama AHYAT dan berdasarkan data yang ada bahwa Ijazah Sekolah Dasar tersebut dinyatakan hilang berdasrkan Surat Tanda Terima Penerimaan Laporan Kehilangan Barang atau Surat-surat Nomor : STPL/238/V/2015/Sektor tertertanggal 07 Mei 2015, bahwa kehilangan surat-surat penting berupa 1 (satu) buah Ijazah SD an/ AHYAT yang dikeluarkan dari Sekolah Dasar Negeri Cimancak III pada Tahun 1985. Selanjutnya ada Surat Keterangan Nomor : 421.1/SD-15/CSRN 1/2015 tanggal 4 Mei 2015 yang ditandatangani oleh Sudrajat, S.Pd sebagai Kepala Sekolah dalam surat keterangan tersebut hanya menjelaskan bahwa benar bersekolah di SD Negeri Cimancak III dan telah lulus dari kelas 6 (enam) pada tahun 1985. Dua data tersebut, sambung Kiki telah dijadikan dasar oleh Panitia Pilkades dan Panitia Pembina Kecamatan.‎

“Kami sangat menyesalkan bahkan menyayangkan kenapa Panitia Pilkades dan Panitia Pembina tidak menjalankan tugas nya sesuai Perbup Lebak No. 7 Tahun 2015. Jika ini dijalankan , maka sudah sangat jelas bakal‎ calon Kades tersebut Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena semestinya saat tahap penelitian berkas Calon Kades, ini sudah tidak memenuhi, karena Surat Keterangan Pengganti Ijazah/STTB yang ditandatangani oleh instansi/lembaga yang berwenang harus dilampirkan ” Papar Kiki.

Kiki menilai,  bahwa Bakal Calon tersebut sudah sangat jelas tidak memenuhi syarat administrasi, namun diduga ada oknum di Panitia Pembina Kecamatan Bayah, yang turut andil meloloskan calon tersebut. Karena itu kata Kiki , pihaknya mendesak kepada Panitia Pembina untuk mencabut kembali Surat Keputusan Penetapan Calon Kepala Desa tersebut dan mencoret nama yang bersangkutan yang tidak memenuhi syarat administrasi, dan tidak ada syarat susulan.

“Jika dipaksakan atau tetap tahapan Pilkades ini dilanjutkan, maka kami penerima kuasa dari warga Cisuren akan melakukan upaya hukum” tandas mantan Komisioner KPU Lebak ini.

Sementara itu, Kepala BPMPD Kabupaten Lebak Rusito mengatakan, untuk sementara hingga saat ini pihaknya belum menerima surat atau laporan terkait dengan permasalahan calon kades Cisuren Bayah. Tapi kalau untuk desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, kata Rusito, pihaknya telah menerima laporan.

” Tapi itu juga saya harus meminta keterangan dari panitia kecamatan dan melihat berkas atau surat keterangan pengganti ijazah paket A yang di persoalkan itu, ” Katanya. (Riz)