SK Baru Zaki Atasi Masalah Keamanan Pangan

SK Baru Zaki Atasi Masalah Keamanan Pangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, SK Baru Zaki Atasi Masalah Keamanan Pangan, Berita676

SK Baru Zaki Atasi Masalah Keamanan Pangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, SK Baru Zaki Atasi Masalah Keamanan Pangan, 676, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, SK Baru Zaki Atasi Masalah Keamanan Pangan

Bupati Tangerang Ahmed  Zaki Iskandar.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

TIGARAKSA, TRUSTKOTA – Tak mau masyarakatnya mengalami krisis pangan, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru tentang  Pengendalian Pangan di Kabupaten Tangerang.

“Dengan terbitnya SK Bupati No. 440/kep.348-Huk/2014 tentang Pembentukan Tim koordinasi pengendalian dan pengawasan keamanan pangan di Kabupaten  Tangerang, semua SKPD dan semua pihak-pihak terkait harus bisa sinergritas dan bekerja menjalankan amanah dalam SK tersebut,” kata Wakil Bupati Tangerang Hermansyah.

Hal tersebut diungkapkan wakil, dalam rapat Koordinasi Sinkronisasi kegiatan SKPD Anggota Tim pengendalian keamanan pangan tingkat Kabupaten Tangerang dalam mengatasi permasalahan keamanan pangan di Ruang Rapat Cituis gedung Setda, Selasa (13/01/2015).

Menurut wakil, SKPD terkait harus terintegrasi dan terorganisir jangan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Selaku pemangku jabatan dalam menentukan kebijakan harus memberikan teladan di tengah kondisi pasar yang ada hingga pasar menjadi bersih sehat dan nyaman bagi parakonsumen.

Lanjut Hermansyah, kepentingan para pedagang untuk mendapat keuntungan yang banyak dalam waktu singkat dengan tanpa memperhatikan keamanan konsumen dari segi kesehatan dalam menjual makanan yang mengandung zat berbahaya harus bisa di cegah.

“Kita bersyukur mendapatkan Data Base masalah keamanan pangan di Kabupaten Tangerang,” tutur Wakil.

Sementara itu, Kadis Kesehatan, drg. Hj. Naniek Isnaini Lestari Mkes, mengatakan, hasil pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Tangerang tahun 2014.

“Sarana tempat pengelolaan makanan. Industri rumah tangga pangan sebanyak 503 perusahaan, rumah makan/restoran 256, jasa boga 145 dan depot air minum 703 perusahaan untuk depot air minum yang di periksa meliputi Mikrobiologi, kandungan kimia dan fisika di lakukan dengan cara sampling, ” terangnya..

“Pemeriksaan kualitas makanan yang diproduksi harus terus dilakukan sebagai uji petik hasil pembinaan dan perlu adanya pembinaan secara terus menerus bagi industri rumah tangga perusahaan makanan dan minuman serta perusahaan yang terbukti menggunakan bahan berbahaya,” harapnya. (Rls/Dik)