Siswa TPA Tewas Tertimpa Tembok

Siswa TPA Tewas Tertimpa Tembok, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Siswa TPA Tewas Tertimpa Tembok, Berita567

Siswa TPA Tewas Tertimpa Tembok, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Siswa TPA Tewas Tertimpa Tembok, 567, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Siswa TPA Tewas Tertimpa Tembok

Di lokasi inilah Rangga tertimpa
Di lokasi inilah Rangga tertimpa

TRUSTKOTACOM – Rangga Adi Permana, siswa Taman Pendidikan Anak (TPA) Al Bayini yang berlokasi di RT 03/03, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, tewas tertimpa tembok sekolahanya, Jumat (12/04/2013).

Anak berusia 5 tahun, buah hati dari Dede Apriyani dan Rian Permana, warga Gg H Rosyid RT 02/05 Kelurahan Sudimara, Kecamatan Ciledug itu mengehembuskan nafas terahirnya di RS Bakti Asih, Kota Tangerang karena mengalami luka serius dibagian kepala belakang.

” Kejadianya sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Rangga sedang bermain ayunan di pintu sekolah, tiba-tiba temboknya roboh. Sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun karena lukanya serius anak saya tidak tertolong,” kata  Dede Apriyanti ibu korban, dengan nada haru.

Selain Rangga, akibat robohnya tembok TPA Albayini, masih ada korban lainya yakni, Albi Maliki (6) warga Sudimara Selatan Rt 02/05 Kelurahan Sudimara Selatan juga mengalami luka bocor dan patah tulang dibagian kaki kirinya.

“Albi mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di ruang IGD RS Bakti Asih,” katanya.

Sementara itu perwakilan dari pihak sekolah TK Albayini, Jainal mengatakan, pihaknya akan sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden tersebut. “Kami akan bertanggung jawab penuh,” Ujar Jainal  kepada wartawan saat ditemui disekolah.

Ditempat terpisah, Kapolsek Ciledug Kompol Abdul Harris Jakin megatakan, berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), bangunan TPA Albayini sudah berusia 20 tahun.

” Bangunanya sudah tua. Pondasi pagarnya sudah lapuk. Kasusnya masih kita dalami,” ujarnya.(ges)