Sindikat Pencuri Ranmor Dibekuk Polisi

Sindikat Pencuri Ranmor Dibekuk Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sindikat Pencuri Ranmor Dibekuk Polisi, Berita971

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Buru Sergap (Buser) Polres Pandeglang berhasil membekuk sindikat pencurian kendaraan roda empat. Tiga orang tersangka yang berhasil digelandang polisi yakni, Anton Purkon (21) dan Sahrudin (36), warga Kampung Cisampih, Kelurahan Pakuluran, Kecamatan Koroncong dan Agus Setiawan (23), warga Kampung Sadang, Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu. Sementara satu orang tersangka lainnya, Kancil masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Unit II Satresrkim Polres Pandeglang Iptu Dwi Harry, saat ekspose di hadapan wartawan, Selasa (12/02/2013) menjelaskan, dari tangan tersangka diamankan satu unit kendaraan roda empat merk Daihatsu Grandmax Nopol A 8356 AE.

“Tiga tersangka tindak pidana Ranmor (kendaraan bermotor, red) berhasil kami amankan, dan satu tersangka bernama Kancil masih buron. Dari tangan tersangka kami amankan satu unit mobil Daihatsu Grandmax nopol A 8356 AE,” terangnya.

Iptu Dwi menjelaskan, sindikat Ranmor ini berhasil mencuri mobil dengan cara berpura-pura merental mobil pick up milik Supriadi, warga Kampung Cideheng, RT 011, RW 003 Kecamatan Curug, Kota Serang. Dengan alasan hendak mengambil kulkas di Kecamatan Petir, akhirnya disepakati biaya sewa mobil Rp500 ribu. Atas kesepakatan itu, akhirnya mobil yang disopiri Sanuri, meluncur dari Serang menuju Pandeglang. Namun, di pertengahan jalan sindikat para pencuri meminta menuju Kampung Libungur, Kuburan Nagreg, Desa Sukajaya, Kecamatan Koroncong.

Setibanya di Koroncong, salah satu tersangka meminta berhenti dengan alasan hendak buang air besar. Karena merasa tidak curiga, Sanuri sang sopir lantas menghentikan kendaraannya. “Tetapi bukannya turun untuk buang air, para tersangka malah menodongkan belati ke sopir. Karena merasa takut, akhirnya sopir pun menyerahkan kunci mobil ke para tersangka, kemudian sopir diikat di pohon kelapa. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” ungkapnya. (Mor)

www.trustkota.com