Sidak ke PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Temukan 85 TKA

Sidak ke PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Temukan 85 TKA, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sidak ke PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Temukan 85 TKA, Berita629

Sidak ke PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Temukan 85 TKA, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sidak ke PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Temukan 85 TKA, 629, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sidak ke PT LSI, DPRD Kabupaten Tangerang Temukan 85 TKA

Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang saat melakukan Sidak di PT Lautan Steel Indonesia
Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang saat melakukan Sidak di PT Lautan Steel Indonesia

TRUSTKOTA TANGERANG – Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang,
melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke PT Lautan Steel Indonesia, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Balaraja, Kamis (12/1/2017).

Dalam sidak itu, ditemukan puluhan pekerja Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan di perusahaan peleburan baja tersebut.

“Dari total sebanyak 800 karyawan yang bekerja di PT LSI, terdapat 85 orang pekerja TKA, ” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Jayusman.

Namun, sambung Jayusman, sebanyak 85 TKA yang bekerja di PT LSI itu, tidak ada yang dipekerjakan sebagai buruh kasar, semua TKA tersebut dipekerjakan sebagai tenaga ahli atau staf engenering.

Jayusman menjelaskan, tujuan sidak ini untuk mengetahui secara langsung fakta di lapangan terkait informasi yang diterima anggota dewan, bahwa di pabrik tersebut memperkerjakan TKA sebagai buruh kasar.

“Ada aduan dari masyarakat, makanya kita tindak lanjuti. Dari hasil Sidak, tidak ditemukan TKA yang dipekerjakan sebagai buruh kasar di PT LSI, ” ujar Jayusman.

Sementara, HRD Manager PT LSI, Tapatazani mengakui, pihaknya memang mempekerjakan tenaga kerja asing, namun tidak sebagai buruh kasar melainkan tenaga ahli.

“Semua TKA yang bekerja disini resmi dan bekerja sebagai tenaga ahli bukan buruh kasar. Alasan kami memperkerjakan TKA karena meson untuk peleburan baja ini berasal dari Cina dan yang mengerti akan mesin ini hanya TKA dari Cina saja. Sementara, kami tetap mempekerjakan tenaga dari Indonesia, namun bukan sebagai tenaga ahli,” terangnya.(cun)