Selasa, PTUN Gelar Sidang Gugatan Tiga Cawalkot Tangerang

Selasa, PTUN Gelar Sidang Gugatan Tiga Cawalkot Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Selasa, PTUN Gelar Sidang Gugatan Tiga Cawalkot Tangerang, Berita448

Selasa, PTUN Gelar Sidang Gugatan Tiga Cawalkot Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Selasa, PTUN Gelar Sidang Gugatan Tiga Cawalkot Tangerang, 448, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Selasa, PTUN Gelar Sidang Gugatan Tiga Cawalkot Tangerang

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Gugatan tiga Pasangan Calon (Paslon) Walikota Tangerang, Abdul Syukur-Hilmi Fuad, Dr. Harry Mulya Zein (HMZ) dan Dedi Gumelar-Suratno, terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, karena langsung meloloskan pasangan Arief-Sachrudin, AMK-Gatot, dengan dasar keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), direspon Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banten.

Pasalnya, menurut informasi yang diterima Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Walikota / Wakil Walikota Tangerang, HMZ-Iskandar, Iwan Kuswandi, pada Selasa 20 Agustus 2013, sidang perdana gugatan itu akan digelar.

“Informasi yang saya terima, perkara no 30 mengenai gugatan KPU Banten, rencananya akan digelar pada Selasa 20 Agustus 2013,” kata Iwan.

Sementara, Irfan Rifai kuasa hukum  Calon Abdul Syukur-Hilmi Fuad dan Harry Mulya Zein-Iskandar Zulkarnain mengaku optimis bisa menang digugatan PTUN. Irfan menjelaskan, KPU Banten  salah menafsirkan keputusan DKPP.

Kata Rifai,  pada point 4, disebutkan bahwa KPU Provinsi Banten yang diberi mandat untuk mengambil alih tugas KPU Kota Tangerang, hanya untuk memulihkan hak konstitusional kedua pasangan bakal calon Arief-Sachrudin, AMK-Gatot  tanpa merugikan pasangan calon lainnya. Dalam hal ini ketiga pasangan calon nomor urut 1, Harry Mulya Zein – Iskandar Zulkarnaen, nomor urut 2 Abdul Syukur – Hilmi Fuad  dannomor urut 3,  Dedi Gumelar alaias Miing – Suratno Abubakar.

“Tapi Kenyataannya, KPU Provinsi Banten tidak hanya memulihkan hak konstitusional kedua pasangan bakal calon tersebut, dengan jalan merevisi tahapan pemilukada guna mengakomodir hak konsitusional mereka. Melainkan langsung menjadikan kedua pasangan bakal calon tersebut sebagai calon walikota / wakil walikota yang akan tampil di Pemilukada Kota Tagerang, 31 Agustus 2013 nanti. Inilah yang dilakukan oleh KPU  Banten. Tanpa menghargai hak konstitusional ke 3 pasangan calon lainnya, yang telah disahkan oleh KPU Kota Tangerang sesuai dengan tahapan yang berlaku,” jelasnya.

Seperti diketahui, selain  mengajukan gugatan ke PTUN, pihaknya juga telah meminta fatwa dari Mahkamah Agung terkait keputusan DKPP yang terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan dan hukum beracaranya lembaga itu sendiri. (ges)