Sehari Kencan di Hotel FM3, Polisi Ditemukan Tewas

Sehari Kencan di Hotel FM3, Polisi Ditemukan Tewas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sehari Kencan di Hotel FM3, Polisi Ditemukan Tewas, Berita620

Sehari Kencan di Hotel FM3, Polisi Ditemukan Tewas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sehari Kencan di Hotel FM3, Polisi Ditemukan Tewas, 620, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sehari Kencan di Hotel FM3, Polisi Ditemukan Tewas

Ilustrasi
Ilustrasi

KOTA TANGERANG-Seorang anggota kepolisian yang betugas di wilayah Jakarta Utara (Jakut) ditemukan tewas di sebuah kamar Hotel Transit FM3, Jalan MH Thamrin, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (7/4) lalu. Korban diketahui memesan kamar dan masuk bersama seorang wanita.

Menurut Manager Operasional Hotel Transit FM3 Afong, pihaknya tidak mengetahui siapa nama polisi itu. Namun, yang jelas dirinya masuk bersama seorang wanita yang berumur sekitar 40 tahunan pada hari Senin (6/4) sekitar pukul 14.00 WIB. ¬†”Dia menempati kamar C6 dan datang dengan menggunakan sebuah mobil Avanza,” katanya, Kamis (9/4/2015).

Korban  diketaui tewas pada kesokan harinya, Selasa (7/4), sekitar pukul 14.15 WIB. Hal itu diketahui pihak Hotel setelah wanita yang bersama korban meminta bantuan.

“Wanita itu me-manggil karyawan kita, dia bilang katanya si ayah jatuh dikamar mandi,” jelas Afong. Afong menambahkan, saat chek-in, yang bersangkutan saat itu tidak mengenakan seragam kepolisian. “Pas polisi datang, baru tahu kalau dia ternyata polisi. Polisi juga sempat cek kedalam, tidak ada bawaan apa-apa didalam kamar,” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Cipondoh, Iptu Eko Hanindito membenarkan peristiwa terkait tewasnya anggota polisi tersebut. Namun dia belum bisa membeberkan lebih jauh identitas korban. “Dia bertugas di wilayah Jakarta Utara. Meninggal karena sakit jantungnya¬† kumat. Masih kita selidiki,” singkatnya.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo pun belum mau memberikan penjelaskan peristiwa itu. “Nanti saja mas, ini masalah institusi soalnya, saya konfirmasi pimpinan dulu,” singkatnya. (Dik)