Satu Tewas Dalam Rebutan Parkir Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang

Satu Tewas Dalam Rebutan Parkir Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Satu Tewas Dalam Rebutan Parkir Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang, Berita646

Satu Tewas Dalam Rebutan Parkir Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Satu Tewas Dalam Rebutan Parkir Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang, 646, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Satu Tewas Dalam Rebutan Parkir Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang

Ilustrasi
Ilustrasi

TANGERANG TRUSTKOTA - Diduga akibat berebut lahan parkir, warga Jalan Muhajirin, Tanah Tinggi, Kota Tangerang tewas, dalam bentrok yang terjadi antara dua kelompok, Selasa (16/9) sekitar pukul 00.55 WIB. Pria malang tersebut belakangan diketahui beranama Syaiful Annur alias Ipunk.

Bentrok antara pribumi dan pendatang yang diduga berkulit hitam inim, tak hanya menelan korban jiwa. Tetapi, bentrok ini juga sempat menghentikan akitivitas pasar Tanah Tinggi. Para pedagang khawatir keselamatannya terancam akibat bentrok tersebut.

Tak terima, rekannya tewas, kelompok pribumi melakukan sweeping mencari pelaku yang mereka yakini pria berkulit gelap.  Meski masih simpang siur penyebab bentrokan, warga tetap bersikeras akan kembali membalas pembunuhan yang dilakukan sekelompok pria yang dikenal bukan warga setempat itu.

“Awalnya karena ada yang kena bacok. Kemudian warga datang ke pasar. Nah kini yang meninggal anak tokoh di sini sekarang, cukup banyak sudaranya yang jadi penggede.  Warga semalam berkumpul, sudah cari tetapi mereka sudah melarikan diri,” ujar Udin warga setempat dengan penuh emosi.

Sedangkan mayat  Syaifull Annur yang mengalami luka pada bahu sebelah kiri kini dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.  Selain korban bernama Syiful , dari kubu lawan juga diketahui bernama Kris mengalami Luka di bagian tangan dan kepala.

Sekitar pukul 02.00 WIB, sebanyak tujuh  orang kelompok dengan kulit gelap tersebut  diamankan petugas Polres Metro Tangerang.  Pimpinan kedua kelompok tersebut, yakni Wiliam, Michael dan Ustad Abubakar juga ikut diperiksa petugas kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo mengatakan, keributan yang terjadi antar kelompok berawal dari salah satu kelompok yang melakukan aksi pemalakan dan pemerasan kepada kelompok lain terkait uang parkir.

“Akibat aksi pemerasan itu akhirnya terjadi keributan di dalam pasar yang berujung dengan salah satu warga Kampung Kober berinisial IP, 30, meninggal dunia dan dua orang terluka dari lawan korban yang meninggal,” katanya.

Pihaknya telah, menahan tujuh orang yang terlibat bentrokan tersebut untuk dimintai keterangannya. “Kita masih periksa sebagai saksi,” jelasnya.

Sementara lokasi kejadian tengah dijaga puluhan aparat kepolisian untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

“Karena ada ancaman tinggi yang mengatakan warga Kampung Kober (kelompok korban) bahwa satu nyawa dibayar satu nyawa maka kami antisipasi untuk melakukan penjagaan ketat,” pungkas Sutarmo. (Fth/Dik)