Satpol PP Sidak Panti Pijat, Satu Panti Pijat Disegel

Satpol PP Sidak Panti Pijat, Satu Panti Pijat Disegel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Satpol PP Sidak Panti Pijat, Satu Panti Pijat Disegel, Berita360

Satpol PP Sidak Panti Pijat, Satu Panti Pijat Disegel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Satpol PP Sidak Panti Pijat, Satu Panti Pijat Disegel, 360, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Satpol PP Sidak Panti Pijat, Satu Panti Pijat Disegel

Satpol PP Kota Tangerang, saat menyegel sebuah lokasi pijat tradisional di area pertokoan Carefour, Cikokol.
Satpol PP Kota Tangerang, saat menyegel sebuah lokasi pijat tradisional di area pertokoan Carefour, Cikokol.

TRUSTKOTACOM – Menanggapi soal isu maraknya bisnis prostitusi berkedok pijat tradisional atau biasa disebut pijat plus-plus, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Sabtu (19/10/2013) sore, menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah lokasi pijat tradisional yang ada di wilayahnya.

Tim penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang itu, menyisir satu per satu lokasi, seperti di kawasan Mall Metropolis Cikokol, kawasan pertokoan Carefour, Ruko Pinangsia Karawaci, hingga panti pijat yang ada disepanjang Jalan Imam Bonjol.

Kendati tak mendapati ada yang melakukan perbuatan asusila, namun hampir semua lokasi pijat tradisional, mempekerjakan wanita-wanita muda dengan berpenampilan sexy.

Bahkan, satu lokasi panti pijat dikawasan Carefour Cikokol, harus di segel. Pasalnya, selain tidak dilengkapi dengan surat izin resmi, pekerja wanita muda dengan pakaian sexy serta ruangan yang dilengkapi dengan pintu, memperkuat dugaan kalau lokasi itu, kerap digunakan untuk kegiatan prostitusi.

Kasatpol PP Kota Tangerang, Irman Pujahendra yang terjun langsung memimpin kegiatan itu mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat, yang mensinyalir praktek prostitusi di lokasi pijat tradisional.

“Ini merupakan tindakan kami selaku eksekutor penegak perda di kota ini, bahwa kami mendapat laporan dari masyarakat yang berkaitan dengan perda no 8 tahun 2005, dan disitu jelas pasal 2 ayat 1 bahwa kegiatan atau usaha yang mengarah ke pelacuran, bisa kita tindak dengan penutupan sementara. Makanya tadi ada satu yang kita segel, karena dilihat dari tempatnya tidak seperti tempat pijat kesehatan, ruangannya menggunakan pintu, padahal harusnya harusnya terbuka,” terangnya.

Irman juga mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap proaktif dalam memberikan laporan kepada pihaknya. “Sesuai dengan amanat perda di pasal 8, ¬†masyarakat dapat melaporkan setiap kegiatan yang diduga berbau dengan pelacuran. Dan kami pastikan akan menindaknya dengan tegas,” paparnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Penertiban Satpol PP Kota Tangerang, Afdiwan mengaku akan memaksimalkan pengawasannya.

“Kami akan tindak setiap laporan masyarakat, artinya ketika kami menemukan persoalan, secepat mungkin kami akan langsung lakukan tindakan, agar masyarakat tahu, bahwa setiap laporan mereka selalu kami tindak. Dan bisa menjadi efek jera bagi si pelanggar perda, karena setiap tindak tanduk di kota ini, masyarakat juga ikut mengawasinya,” pungkasnya. (ges)