Sanitren Mewujudkan Generasi Religius

Sanitren Mewujudkan Generasi Religius, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sanitren Mewujudkan Generasi Religius, Berita471

Sanitren Mewujudkan Generasi Religius, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sanitren Mewujudkan Generasi Religius, 471, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sanitren Mewujudkan Generasi Religius

20190304_105623

TRUST  TANGERANG – Mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang religuis merupakan upaya Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang yang terus dilakukan, mulai dari meningkatkan penerapan nilai-nilai keagaman dalam kehidpan bermasyarakat.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Kebijakan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan H. Mad Romli mencanangkan 15 program ungulan salah satunya Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren). Dengan Sanitren, pesatren-pesantren baik yang modern maupun pesantren salafi yang ada dikabupaten Tangerang dapat merasakan program tersebut.

“Santri merupakan aset bangsa, meraka pun berhak akan sanitasi yang bersih hingga dapat belajar dipesantren dengan nyaman,” ungkap Zaki diperbincangan saat peresmian di pesantren As-Sanusiyah Kecamatan Cisoka.

Jumlah pesantren di Kabupaten Tangerang sebanyak 829 pesantren, melalui pendataan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang, ditahun 2018 telah dibangun 46 unit Sanitren.

Manfaat sanitasi pesantren untuk memenuhi akses 100 sanitasi dan 0 kawasan Kumuh 100 air bersih dilingkungan, dengan program sanitasi besbasis pesantren santri selain mendapatkan sarananya, satri pun akan mengerti akan pola hidup sehat dan bersih karena sanitren dibangun mulai dari fasilitas mandi, cuci dan kakus untuk setiap hari mereka beraktifitas.

Pembangunan sanitasi pesantren diantaranya Kamar Mandi, Toilet, Tempat whudu, listrik, dan spiteng kumunal sehingga dapat dirasakan langsung oleh para santri melakukan aktifitasnya di pesantren.

“Sebelumnya kami mendapatkan air dari sumur timba dengan menarik air bergantian, setelah mendapatkan sanitren lebih mudah dan bersih,” uangkap Ruslan (20) santri As-Sanusiyah.

Ruslan warga desa cisereh Kecamatan Tigaraksa yang menimba ilmu agama di As- Sanusiyah selama 2 tahun, dengan biaya yang murah bisa belajar ilmu-ilmu alquran disini, hanya membayar Rp.100 ribu/perbulan, dengan uang listri Rp.20ribu.

“Dengan Sanitren, terbantu sanitasi dipesantren ini. Mudah dan bersih, sekalian mencuci pakaian disini,” ucap Ruslan.

KH. Hasbulloh selaku Pimpinan Ponpes Salafiayah As-Sanusiyah mengucapkan syukur Alhamdulillah atas peresmian Sanitasi berbasis pesantren ini oleh Bupati Zaki, atas program yang diluncurkan oleh Pak Bupati kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan komitmen untuk membantu Pondok Pesantren terutama Pesantren Salafiyah.

“Kami berharap kedepan ada program-program serupa yang menyasar pondok pesantren terutama ponpes salafi yang masih perlu perhatian lebih dari pemerintah pusat maupun daerah” ucap Hasbullah.

Berikut Tata Cara mendapatkan Program Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren):

Tata Cara Mendapatkan Sanitren :

1. Surat Permohonan Bantuan Dana.
2. Surat Pernyataan Pemeliharaan.
3. Surat Pernyataan untuk Lahan Lokasi.
4. Surat Pernyataan tanah tidak dalam sengketa.

Siklus Program Sanitren dimulai :
1. Persiapan.
2. Sosialisasi.
3. Verifikasi.
4. Legalisasi.
5. Penandatanganan Perjanjian Nota Hibah Daerah.
6. Pengajuan Pencairan Dana.
7. Pelaksanaan Pembangunan Fisik.
8. Pengawasan Pembangunan.
9. Pelaporan.

Diharapakan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan pemenuhan Sanitren dapar dirasakan oleh Masyarakat kabupaten Tangerang khususnya para Santriwan dan Santriwati diwilayah Kabupaten Tangerang. (Adv)