Sang Penjagal Istri dan 2 Anak ‘Cengeng’ di Penjara

Sang Penjagal Istri dan 2 Anak ‘Cengeng’ di Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sang Penjagal Istri dan 2 Anak ‘Cengeng’ di Penjara, Berita342

Sang Penjagal Istri dan 2 Anak ‘Cengeng’ di Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sang Penjagal Istri dan 2 Anak ‘Cengeng’ di Penjara, 342, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sang Penjagal Istri dan 2 Anak ‘Cengeng’ di Penjara

Lukman, sang penjagal istri dan dua anaknya saat diamankan polisi (Sherly/TRUSTKOTA.com)
Lukman, sang penjagal istri dan dua anaknya saat diamankan polisi (Sherly/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG– Lukman (40) pelaku pembunuhan pada kedua anak dan istrinya ini nyatanya, kerap menangis di tahanan Mapolresta Tangerang.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan mengatakan, pelaku kerap merenung dan terkadang menangis didalam tahanan.

“Kalau untuk kejiwaan normal berdasarkan hasil tes. Namun, usai melakukan pembunuhan ini, psikisnya agak down hingga, kerap membuat ia melamun atau kadang menangis,” ungkap Kompol Wiwin Setiawan, Jumat (20/10/2017).

Diketahui, Lukman yang merupakan pegawai pabrik ini tega membunuh keluarga kecilnya lantaran, sang istri menggunakan uang yang disimpannya untuk membayar hutang.

Ia tega menusuk istrinya Ana Rominah (35) sebanyak enam kali menggunakan pisai dapur. Sementara, untuk anak pertamanya Syifa Syakila (9) dibunuh dengan cara dibekap usai melaksanakan shalat isya dan anak keduanya Carissa Humaira (3) dibunuh dengan cara ditusuk hingga mengalami luka robek dibagian perut.

Hal tersebut terjadi pada, Jumat (13/10/2017) lalu dikediamannya Perumahan Graha Siena Citra Raya, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang pada pukul 18.45 WIB.

Atas perbuatannya, saat ini tersangka mendekam di sel tahanan dengan pasal UU no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU no 23 Tahun 2004 tentang KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dengan hukuman 20 tahun penjara. (ayi/red)