Sandi : Masa Pandemi, Ekonomi Kreatif Sumbang PDB hingga Rp 1.100 Triliun

Sandi : Masa Pandemi, Ekonomi Kreatif Sumbang PDB hingga Rp 1.100 Triliun, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sandi : Masa Pandemi, Ekonomi Kreatif Sumbang PDB hingga Rp 1.100 Triliun, Berita502

WhatsApp Image 2021-01-18 at 19.17.12 (1)

TRUST JAKARTA – Di masa pendemi Virus Corona (Covid-19), sektor ekonomi kreatir mampu bertahan. Sektor Ekonomi kreatif justru menyumbang sebesarRp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Menurut Sandi, walau memicu krisis ekonomi bangsa, pandemi virus corona atau covid-19 rupanya turut berandil besar dalam perkembangan ekonomi kreatif nasional, khusus e-commerce. 

“Berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif justru menyumbang sebesarRp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020.Industri kreatif memang dihantam krisis, orang yang bermental kreatif akan mampu beradaptasi dengan situasi apapun,” kata Sandi kepada trustkota.com, melalui siaran tertulis pada Minggu (17/1/2021).

Masih kata Sandi, Pariwisata dan performing art yang paling terdampak, namun ekonomi kreatif punya DNA survival yang sangat-sangat luar biasa. Dan DNA survival ini yang paling penting, yaitu DNA kreatifitas itu sendiri. Lanujutnya, selama pandemi covid-19, industri digital kian berkembang, khususnya Digital Startup dengan sejumlah produk kreatif di dalamnya. Hingga kini, tercatat ada sebanyak delapan juta usaha ekonomi kreatif di Indonesia.

“Bahkan Indonesia kini didaulat sebagai negara terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Jika melihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Sebagai urutan ketiga dunia, Indonesia memiliki potensi untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian kita. Sumbangan ekonomi kreatif pada PDB Indonesia 2020 Rp 1.100 triliun, data dari Focus Economy Outlook 2020,” paparnya.

Sandi menambahkan, berdasarkan data, tiga dari 17 sub sektor ekonomi kreatif dibanggakannya menjadi penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor seperti fashion, kuliner dan kriya.Peringkat pertama diduduki kuliner dengan perolehan terbesar, yakni sebesar 41 persen, sedangkan fashion berkontribusi sebesar 17 persen dan kriya sebesar 14,9 persen. Peringkat tiga teratas untuk produk wisata dan ekonomi kreatif yang sekarang menjadi primadona wisatawan antara lain, nature (wisata alam), active lifestyle (aktifitas keseharian) dan kuliner.

“Nah ini adalah sebuah peluang, pandemi ini berdampak, tapi karena terbatasnya mobilitas kita harus meningkatkan utilitas. Kita harus meningkatkan inovasi dan adaptasi kita. Selain itu, dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, banyak yang justru jadi juara di tengah pandemi.Indonesia pun sudah menjadi jawara e-commerce di Asia Tenggara. Sebab, sebanyak 52 persen transaksi e-commerce di kawasan Asean sepanjang tahun 2020 berasal dari Indonesia dengan nilai transaksi lebih dari Rp 172 triliun atau 12,2 miliar USD.” jelas Sandi. (dik/red)